Keterangan foto: Salah satu alasan ibu-ibu Tiongkok tertarik untuk menerima IVF di Thailand adalah karena bisa memilih jenis kelamin janin yang dikehendaki. (foto internet)

Oleh Hong Ning

Semenjak pemerintah Tiongkok mengumumkan kebijakan 2 anak pada awal tahun ini, banyak ibu-ibu muda sulit hamil memilih pergi ke Thailand untuk menerima program bayi tabung atau IVF (In Vitro Fertilization). Salah satu alasan ibu-ibu Tiongkok itu tertarik untuk menerima IVF di Thailand adalah karena bisa memilih jenis kelamin janin yang dikehendaki.

70% pasien IVF Thailand adalah ibu-ibu asal Tiongkok

Menurut laporan media Tiongkok bahwa kebanyakan pasien dari Jetanin Institute for Assisted Reproduction, Bangkok adalah ibu-ibu asal Tiongkok. Seorang ibu muda asal Tiongkok mengatakan bahwa ini merupakan kedua kalinya ia mengunjungi rumah sakit ini untuk menjalani program bayi tabung, karena yang pertama gagal.

Seorang dokter dari rumah sakit Jetanin yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa sebelum kebijakan 2 anak diterapkan di Tiongkok, ibu-ibu muda asal Tiongkok sudah menyumbang lebih dari 70 % jumlah total pelanggan rumah sakit ini. Menurut laporan, di kota Bangkok sedikitnya memiliki sekitar 40 rumah sakit atau klinik program bayi tabung yang pasiennya kebanyak adalah ibu-ibu asal Tiongkok.

Pasangan muda Tiongkok tertarik untuk memilih jenis kelamin janin

Laporan menyebutkan bahwa salah satu alasan utama pasangan muda Tiongkok memilih Thailand sebagai tempat untuk menjalankan program IVF karena sudah berpengalaman sekurangnya 20 tahun dengan tingkat keberhasilan umumnya hingga 60 %. Lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Alasan kedua ialah biaya dari pemeriksaan fisik untuk menguji kehamilan sampai layanan penuh program IVF hanya berkisar RMB. 80.000 – 100.000 yang jauh lebih rendah dari layanan sejenis di negara Barat. Dan alasan ketiga adalah murni untuk pemilihan jenis kelamin janin.

Lebih dari 50 % rumah sakit atau klinik program bayi tabung di Thailand menawarkan layanan berupa memilih jenis kelamin janin, yang merupakan rahasia terbuka industri. Penasihat hukum dari Dinas Pengawasan Kesehatan Departemen Kesehatan Thailand menegaskan bahwa pasien yang menerima layanan program bayi tabung harus pasangan yang menikah secara resmi, dan undang-undang Thailand melarang adanya pengujian jenis kelamin janin, juga melarang adanya penjualan sel telur.

IVF menimbulkan banyak kontroversi

Pada November 2013, para ilmuwan telah memperingatkan program bayi tabung umumnya dapat menyebabkan masalah kesuburan dari generasi berikutnya. Penanggung jawab HFEA (Human Fertilisation and Embryology Authority) Inggris, Profesor Lisa Jardine mengatakan bahwa meskipun mengandung resiko yang sudah diketahui, tetapi para pelanggan klinis teknik ini sangat sering digunakan dengan alasan ‘mudah.’

Komentator asal Toronto Feng Zhiqiang kepada Epoch Times menjelaskan bahwa tindakan membuat tubuh manusia menjadi mesin reproduksi itu adalah sebuah pelanggar etika yang seharusnya tidak boleh diganggu gugat. Jika kapasitas reproduksi seseorang sudah terserang, maka “dasar peradaban manusia sudah runtuh.” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular