Keterangan foto: IS baru-baru ini merilis video yang memberi isyarat Inggris menjadi sasaran serangan setelah Paris. Gambar pasukan khusus Prancis sedang berjaga-jaga di Area 18 Paris. (Thierry Chesnot/Getty Images)

Oleh Ma Li

Baru-baru ini organisasi ektremis Islamic State/ IS telah merilis sebuah video promosi baru yang mengklaim sebagai pernyataan pelaku serangan teror Paris sebelum bertindak. Laporan CNN pada 25 Januari menyebutkan bahwa setelah serangan Paris pada 13 November 2015 yang menewaskan 130 orang itu, IS mengumumkan bahwa mereka bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Dalam video yang berdurasi sekitar 18 menit itu, teknik montage menunjukkan gambar tentang berita serangan Paris yang dimuat oleh berbagai media utama. Terlihat jelas gambar-gambar itu disajikan setelah dilakukankan klipping dan editing.

9 orang kemudian muncul dalam rekaman itu dengan disertai nama mereka masing-masing. IS mengaku bahwa kesembilan orang tersebut adalah pelaku serangan Paris. Selain dalang dari serangan itu Abdelhamid Abaaoud, gambar dari kedelapan orang lainnya itu tampaknya di-shooting saat mereka berada di gurun.

Video ini tidak menyebutkan rincian serangan di Paris, kecuali hanya menyebutkan beberapa lokasi seperti menara Eiffel dan les Champs-Élysées. Seorang pria dalam video itu kemudian mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan atas perintah dari pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi.

Seorang teroris setelah menyampaikan pernyataannya langsung membunuh seorang tahanan. Identitas dari korban belum diketahui. Video juga menyoroti pidato Perdana Menteri Inggris David Cameron di depan Kongres tahun lalu dan suasana dalam gedung Dewan Rakyat Britania Raya ketika mengadakan pemungutan suara tentang rencana Inggris bergabung dalam serangan udara ke IS.

Analis terorisme dari CNN, Paul Cruickshank mengutip ucapan seorang pejabat senior ahli menangani terorisme mengatakan, Dinas Intelijen Eropa memperoleh informasi yang menunjukkan bahwa Inggris menjadi sasaran serangan IS setelah Paris. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular