Keterangan foto: Survei terbaru yang dilakukan CNBC menunjukkan 88 % ahli percaya The Fed baru akan menaikkan suku bunga pada bulan Mei 2016. (Chip Somodeville/Getty Images)

Oleh Zhang Dongguang

Terpengaruh gejolak moneter global yang terjadi sejak awal tahun ini, CNBC melakukan survei pendapat terhadap 40 orang ekonom, manajer keuangan dan analis terkemuka yang hasilnya menunjukkan bahwa tidak menutup kemungkinan the Fed akan kembali menaikkan suku bunga AS. Namun akan menunda proses tidak dalam waktu dekat.

Hasil jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa 100 % responden percaya the Fed tidak menaikkan suku bunga pada Januari ini. 88 % berpendapat kenaikan bisa terjadi pada Mei mendatang. Hanya 13 % responden yang berpendapat bahwa the Fed dapat menurunkan suku bunga atau memberlakukan kebijakan pelonggaran kuantitatif. 15 % suara menganggap kebijakan menaikkan suku bunga pada Desember tahun lalu oleh the Fed itu adalah keliru, tetapi 80 % ahli menganggap the Fed tidak salah.

Seorang ahli yang terlibat dala survei mengatakan bahwa gejolak keuangan dan pasar saham yang terjadi akhir-akhir ini menimbulkan reaksi yang berlebihan. Beberapa negara di luar AS mungkin saja terpaksa menjalankan stimulus tambahan untuk menggairahkan ekonomi mereka. Rasanya the Fed tidak akan secepat itu untuk mempertimbangkan apakah suku bunga akan ditinjau naik atau tidak. Paling cepat selewat bulan Maret.

Tentang besarnya suku bunga yang akan dinaikkan nanti, 56 % ahli berpendapat bahwa gejolak pasar saham akan memperlambat proses kenaikan suku bunga. Mayoritas suara memprediksi bahwa hanya akan ada 2 kali kenaikan pada tahun ini, dan suku bunga dasar the Fed pada akhir tahun akan mencapai 0.88 %. Jauh lebih rendah dari perkiraan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee) yang 4 kali kenaikan dengan bunga dasar tertinggi 1.4 %

Tentang tekanan menjual yang terjadi di pasar saham akhir-akhir ini, 84 % responden berpendapat bahwa itu diakibatkan oleh terjadinya penurunan harga minyak dunia, kemudian diikuti oleh penurunan ekonomi global dan lesunya ekonomi Tiongkok. Hanya 1/3 suara responden yang menuduh kenaikan suku bunga the Fed Desember lalu itu sebagai biang keladi melemahnya pasar saham.

Tentang perkembangan saham perusahaan AS, kebanyakan responden masih beroptimis. Memperkirakan bahwa Indeks S&P 500 dapat melambung kembali ke poin 2.035 pada akhir tahun ini. dan masih dimungkinkan untuk naik mencapai 2.135 pada tahun 2017. Adapun tentang hasil obligasi pemerintah AS berjangka 10 tahun, kebanyakan responden memperkirakan hanya akan mencapai 2.51 % pada akhir tahun 2016, lebih rendah dari prediksi orang sebelumnya yang 2.67 %.

Para responden tersebut juga memperkirakan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto AS pada akhir tahun ini akan mencapai 2.17 %. Consumer Price Index naik 1.5 %. Prediksi terhadap kemungkinan resesi AS adalah 24.1 %. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular