Penyebab fibrosis paru idiopatik tidak diketahui secara jelas.(Fotolia)

Semakin jelas patogenesis dari suatu penyakit, prinsip pengobatannya juga akan semakin jelas dan terarah. Fibrosis paru idiopatik merupakan suatu penyakit fibrosis jaringan parut kronis yang tidak diketahui penyebabnya, penyakit ini terutama terjadi pada lansia. Gejala utamanya sulit bernapas, gangguan pada fungsi paru-paru. Menurut penelitian, sebagian besar penderita hanya bisa bertahan hidup sekitar tiga tahun setelah diagnosis, dan meskipun ada reaksi terhadap pengobatan dini, namun, kelangsungan hidup rata-rata juga tidak lebih dari lima tahun.

Penyebabnya tidak diketahui

Penyebab fibrosis paru idiopatik tidak diketahui. Namun, faktor risiko fibrosis paru dapat meninggalkan luka serta menebalkan jaringan di sekitar dan di antara kantung udara (alveoli) paru-paru. Hal ini membuat oksigen lebih sulit masuk ke dalam aliran darah. Kerusakan dapat disebabkan oleh banyak hal – termasuk racun udara di sekitar tempat kerja, penyakit paru-paru tertentu, bahkan beberapa jenis perawatan medis. Faktor pekerjaan dan lingkungan, paparan terhadap sejumlah racun dan polutan dalam jangka panjang juga dapat merusak paru-paru. Dan ini mungkin juga termasuk : Debu silika serat asbestos, debu kayu atau padi-padian, kotoran burung dan hewan.

Mekanisme perbaikan kerusakan parenkim paru

Pola peradangan kronis yang memicu fibrosis merupakan patogenesis dari banyak penyakit, di masa lalu juga dianggap sebagai patogenesis utama dari fibrosis paru idiopatik. Sementara itu, pengobatan anti-inflamasi tidak menghasilkan efek sebagaimana yang diharapkan. Sejauh ini, mekanisme perbaikan kerusakan parenkim paru memicu fibrosis kronis dan reaksi peradangan kecil. Cedera membuat sel epitel gelembung paru menjadi aktif, dan mensekresi sitokin, sehingga menarik fibroblas berpindah ke area alveolus (gelembung paru-paru), mengeluarkan sejumlah besar kolagen, yang berperan penting dalam proses fibrosis paru. Sementara itu, faktor yang menyebabkan kerusakan parenkim paru masih belum diketahui secara pasti.

Sajauh ini, patogenesis pemulihan kerusakan parenkim paru diterima secara luas, uji klinis juga mengonfirmasikan terapi pengobatan dari pirfenidone dan nintedanib terhadap penyakit fibrosis paru idiopatik, dan kedua jenis obat ini telah disetujui sebagai obat klinis penyakit fibrosis paru. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular