JAKARTA – Menteri Perindustrian, Saleh Husein mengatakan Ford Motor yang menghentikan operasinya di Indonesia dinilai tidak berpengaruh signifikan terhadap industri otomotif nasional. Pasalnya, selama ini Ford di Indonesia hanya mengimpor mobil dari pabriknya di Thailand.

“Makanya tidak menimbulkan tidak akan ada dampaknya bagi industri otomotif nasional,” katanya dalam rilis di Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Menurut dia, selama ini keberadaan Ford di Indonesia tidak didukung dengan industri komponen. Hal ini berbeda dengan industri kendaraan bermotor lain yang juga membangun struktur industri komponen di Indonesia. Menprin menambahkan sudah tentu Ford kalah bersaing karena kompetitornya memproduksi kompenen di Indonesia. Bahkan para pabrikan itu membangun industri komponen di Indonesia karena mereka bervisi panjang dan serius. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan dijadikan basis produksi jika ingin menangi persaingan, tak hanya menjadikan pasar semata.

Menteri Saleh menambahkan pemerintah pada saat ini terus mendorong pengembangan industri komponen untuk mendongkrak industri otomotif. Industri komponen di dalam negeri mendapat insentif berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk impor bahan baku pembuatan komponen.

Langkah itu, lanjutnya, berpengaruh pada harga jual kendaraan bermotor menggunakan komponen tersebut. Pemerintah juga memberikan insentif lain untuk produk-produk otomotif produksi dalam negeri yang hemat bahan bakar. Dia menuturkan kebijakan pemerintah untuk terus memacu industri dan investasi otomotif, termasuk komponen. Diyakini disambut positif oleh pabrikan yang terus memproduksi di Indonesia, ekspansi dan menambah kapasitas produksi.

Lebih jauh, lanjutnya, investasi di bidang otomotif terus membaik dan tumbuh pasalnya Mitsubishi, Isuzu, Toyota dan lain-lain terus menanamkan investasi mereka di Indonesia. Seperti Mitsubishi yang belum ini menanamkam investasi Rp 6 triliun da Isuzu Rp 3,5 triliun. (asr)

Share

Video Popular