Kebiasaan pola makan yang baik sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesehatan bagi penderita fibrosis paru idiopatik. (Epoch Times)

Seiring dengan terbentuknya jaringan parut (bekas luka) di paru-paru penderita fibrosis paru idiopatik, maka fungsi paru-paru si penderita mengalami kerusakan fatal, sehingga menyebabkan kualitas hidupnya turun drastis. Kebiasaan pola makan yang baik sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesehatan bagi penderita fibrosis paru idiopatik

Penderita fibrosis paru tidak boleh terlalu gemuk atau kurus

Bagi mereka yang menderita penyakit paru-paru yang parah, lemak berlebih dapat memperburuk gejala sesak napas, sehingga meningkatkan beban pada jantung dan paru-paru, sementara terlalu kurus juga dapat mengurangi mobilitas dan sistem imun penderita. Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh idealnya ditetapkan 20-30 (IMT = (berat badan (kg) / (tinggi badan (cm) .

Makan jangan terlalu kenyang, satu porsi dibagi beberapa kali makan

Karena perut yang penuh dengan makanan berlebih itu menempati terlalu banyak ruang ditubuh, sehingga akan memengaruhi relaksasi paru-paru. Bagi mereka yang sehat mungkin masih bisa menampungnya, sebaliknya bagi penderita dengan gangguan paru-paru yang parah, itu merupakan beban yang berat.

Dengan mengurangi takaran makanan, dan memastikan makanan tinggi gizi, itu merupakan suatu keharusan. Pilih makanan tinggi protein seperti beragam jenis ikan dan daging, atau tambahkan keju dan buah kering pada salad sayuran, pilih yogurt atau telur sebagai penganan seusai makan.

Selain itu, sebaiknya makanan utama dalam satu hari itu ditetapkan pada pagi hari, untuk memastikan kebutuhan energi hari itu. Jika sehar-hari membutuhkan oksigen, maka saat makan juga perlu oksigen, karena saat mengonsumsi makanan dan mencernanya akan menguras sejumlah besar oksigen dan energi

Batasi asupan garam

Ini sangat penting bagi penderita fibrosis paru idiopatik yang mengalami gangguan/luka pada fungsi paru-parunya, karena garam dapat memicu cairan tertahan di dalam tubuh dan meningkatkan beban pada paru-paru. Dianjurkan pada Anda khusunya penderita sebaiknya asupan garam harian tidak lebih dari 2400mg (satu sendok teh garam mengandung 2000mg natrium/sodium). Makanan olahan yang halus biasanya mengandung kadar garam yang tinggi, misalnya : kentang goreng, biskuit, makanan beku, saus tomat, spam (makanan kaleng dari olahan daging), ham, dan sejumlah besar produk roti, micin/monosodium glutamat (MSG), kecap, saus steak dan sebagainya.

Sebaiknya hati-hati dengan pembuangan gas (kentut) yang berlebihan saat meningkatkan asupan serat

Dengan banyak mengonsumsi makanan kaya serat, seperti gandum, haver, gluten, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan, dapat membantu pencernaan dan motilitas saluran cerna. Satu-satunya masalah yang disebabakan makanan kaya serat adalah peningkatan gas buang (kentut), yang kemungkinannya dapat memperburuk gejala sesak napas, jika ada gejala demikian, sebaiknya pertimbangkan untuk mengurangi asupan makanan berikut ini : apel, asparagus, kacang-kacangan, brokoli, kubis/kol, minuman berkarbonasi, kembang kol, jagung, mentimun, melon, bawang Bombay (mentah), paprika, pimento atau cabe cheri (cabe besar berbentuk seperti hati), wortel, (sayur) rutabaga (campuran antara kubis dan lobak) dan sebagainya.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular