Sebagian besar ketela (ubi rambat) berwarna kuning atau putih, namun ada sebagian yang berwarna ungu. Selain dikonsumsi, ketela juga diolah menjadi gula, arak, atau alkohol.

Perkembang-biakan ketela sangat mudah, hasil produksinya tinggi, dan daya tahan hidupnya juga tinggi. Daun ketela dapat dimasak sebagai sayur dan memiliki nilai gizi yang tinggi.

Catatan dalam buku Ben Cao Gang Mu (Ikhtisar Obat Herbal) karangan Li Shizhen, dokter tradisional Tiongkok tersohor zaman kuno menuliskan: “Orang Tiongkok selatan memakannya sebagai makanan utama atau buah. Dikukus atau dipanggang memiliki aroma yang harum. Orang yang bekerja di laut, banyak memiliki umur panjang, sebagian karena tidak makan padi-padian, melainkan makan ketela”. Ketela dapat dikatakan sebagai makanan yang dapat menguatkan tubuh lemah, menguatkan tenaga dan pencernaan.

Protein yang dikandung dalam ketela sebesar 1.5%, kandungan lemak hanya 0.2%, Vitamin A banyak, kaya nutrisi dan sebagai makanan yang dapat menyehatkan tubuh, serta rendah kalori. Fungsinya sebagai anti kanker juga berada di deretan depan urutan daftar makanan. Ketela dapat mencegah sembelit, kanker rectum, dan usus besar. Karena kandungan serat agak tinggi, dapat mendorong pergerakan usus dan lambung.

Ketela juga bagus untuk mengatasi kegemukan. Karena kalori yang dikandungnya hanya 1/3 dari beras, dan hampir tidak mengandung lemak dan kolesterol. Dapat juga melenturkan pembuluh darah, karena kandungan nutrisinya dapat berfungsi melindungi selaput lendir organ dalam, mencegah pengerasan pembuluh darah jantung. Selain itu, karena mengandung juga DHEA, sejenis hormon alamiah, dapat digunakan untuk mencegah penyakit pembuluh darah jantung, diabetes, kanker usus besar dan kanker payudara, serta memperlambat penuaan.

Walaupun ketela dapat mencegah kanker, namun jika di atasnya diolesi dengan minyak nabati, kemudian dipanggang dengan suhu tinggi akan menghasilkan Benzopyrene, sejenis benda yang dapat menyebabkan kanker. Maka sebaiknya langsung dipanggang saja, lebih baik bagi kesehatan.

Perhatikan kulit ketela

Ketika ketela mengalami kontaminasi oleh bakteri Melasma, di permukan kulit akan timbul warna abu-abu atau bintik hitam, racun yang keluar dari bakteri Melasma bahaya bagi organ tubuh, oleh sebab itu waktu membeli atau memasaknya harus diperhatikan, jangan sampai termakan. (Epoch Times / Feb)

Share

Video Popular