Keterangan foto: “Tren kemenangan bagi kubu anti korupsi sedang terbentuk,” akhirnya diucapkan oleh Xi Jinping pada Januari 2016 ini. (foto New Era)

Oleh Shi Da

Akhir-akhir ini banyak teman membincangkann soal sudah atau belum saatnya gembong yang menimbulkan bencana besar buat bangsa dan negara Tiongkok itu ditangkap. Sesungguhnya, sejak Xi Jinping naik ke panggung politik tertinggi di Tiongkok, khususnya pada awal terjadi sengketa politik antara Xi Jinping dengan Jiang Zemin, isu penangkapan Jiang sudah menjadi topik utama. Meskipun dalam perjalanan waktu kemudian instruksi penangkapan itu tidak kunjung turun, memang hal itu menimbulkan berbagai spekulasi dari orang-orang yang berada di luar arena. Jadi, sudah sejauh mana perkembangan pertarungan mereka sekarang? Apa pula artinya penangkapan Jiang Zemin bagi bangsa dan negara Tiongkok?

Xi Jinping tampaknya lebih suka menggunakan istilah anti korupsi sebagai pengganti istilah pertarungan dengan Jiang Zemin. Apakah target yang ingin ia capai? Teringat pada Juni 2014, Xi Jinping pernah mengucapkan, “2 pasukan yang masing-masing berasal dari kubu anti korupsi dan kubu korupsi akan bertemu dalam suasana kebuntuan.”

Pada Januari 2015, Xi mengutarakan bahwa kubu anti korupsi sampai sekarang masih belum mencapai kemenangan telak. Tetapi pada Januari 2016 ia menyebutkan, “Tren kemenangan bagi kubu anti korupsi sedang terbentuk.” Apakah ini juga bisa disamaartikan dengan Jiang Zemin sudah berada dalam genggaman?

Pertarungan antar kedua kubu itu yang digambarkan dari ronde ke ronde.

Ronde pertama

Hasil Sidang Paripurna ke 17 PKT pada Oktober 2007 mengangkat Xi Jinping sebagai salah satu dari 9 anggota polit biro Partai Komunis Tiongkok/ PKT. Sejak sat itu, ia menjadi target yang harus disingkirkan dari panggung politik tinggi Tiongkok oleh Jiang Zemin dan kelompoknya. Jiang berencana untuk menggeser Xi dengan Bo Xilai yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Partai kota Chongqing. Rencananya: Biarkan dia (Xi Jinping) bekerja selama 5 tahun (1 periode s/d tahun 2012), kemudian ditendang. Jiang Zemin telah menanam dan memupuk bibit persengketaan.

Ronde kedua

Meletusnya Insiden Wang Lijun pada 6 Februari 2012 membuat angin kemenangan bertiup memihak kubu anti korupsi. Wang Lijun demi keselamatan dirinya terpaksa lari untuk meminta bantuan pihak Konsulat AS di kota Chengdu yang akhirnya menyebabkan jatuhnya Bo Xilai (diadili pada 15 Maret 2012 dan dipecat pada September 2012). Karena itu, konspirasi Jiang Zemin terungkap. Pada 19 Maret 2012, Zhou Yongkang mengerahkan sejumlah militer untuk mencoba melancarkan kudeta tetapi menemui kegagalan. Setelah itu, Pertarungan antar kedua kubu itu memasuki tahap sulit untuk dirahasiakan. Tuntutan tanggung jawab secara hukum terhadap Bo Xilai membuat kelompok Jiang Zemin menderita pukulan berat.

Ronde ketiga

Pada Desember 2013, Zhou Yongkang dan Xu Caihou mulai diperiksa untuk kemudian dijatuhi vonis. Dalam periode itu, kelompok Jiang semakin kehilangan kekuatan karena banyak orang-orang kepercayaan dan anteknya termasuk Ling Jihua, Guo Boxiong, Su Rong, Li Dongsheng dan Ma Jian ditangkap pihak berwajib dan dijatuhi hukuman. Tetapi Xi Jinping pada Januari 2015 masih saja mengatakan, “Kubu anti korupsi sampai sekarang masih belum mencapai kemenangan telak.”

Ronde keempat

Pertarungan berkembang semakin sengit akibat Jiang Zemin bersama Liu Yunshan mengeluarkan sinyal kepada kelompok mereka bahwa ‘kekuatan kita sudah pulih’. Dan pertarungan pada 2015 menjadi semakin mendebarkan dengan berbagai peristiwa besar seperti ‘lelucon’ yang dibuat oleh Guo Wen-gui, kudeta ekonomi melalui crash di pasar saham, pertemuan Beidaihe yang keguguran, ledakan hebat di pelabuhan Tianjin dan seterusnya. Namun, kunjungan Xi Jinping ke AS, kemudian parade militer yang berjalan mulus serta reformasi militer yang berhasil sepenuhnya menunjukkan bahwa kubu anti korupsi telah mencapai kemenangan atau berada di atas angin..

Ucapan penilaian Xi Jinping terhadap situasi pertempuran juga berkembang dari “… bertemu dalam situasi kebuntuan” kemudian “… belum mencapai kemenangan telak” dan yang terakhir “Tren kemenangan bagi kubu anti korupsi sedang terbentuk”

Ronde kelima

Jiang Zemin kini sudah hampir tidak memilliki kekuatan untuk melawan kubu anti korupsi. Selain itu, Jiang Zemin juga sedang digugat melaalui peradilan oleh lebih 200,000 praktisi Falun Gong dan sanak famili mereka atas kejahatannya. Ia besar kemungkinan sudah dikenakan pembatasan kegiatan oleh rezim Xi Jinping, sehingga berita tentang dirinya sudah tidak lagi tersiar di media sejak kelompoknya berkoar “kekuatan kita sudah pulih” di awal tahun lalu.

Semua ini menunjukkan bahwa kelompok Jiang sudah kalah KO dalam pertarungan melawan Xi Jinping. Termasuk Liu Yunshan dan beberapa politbiro antek Jiang sebenarnya sudah dilucuti kekuasaan mereka. Pertempuran sesungguhnya sudah selesai di ronde 2,3, dan serangan balik yang ‘menentukan’ dari kelompok Jiang juga sudah berakhir di ronde keempat.

Penangkapan Jiang Zemin dan Liu Yunshan sama sekali tidak menunjukkan eksistensinya kekuatan dan modal tawar menawar dari kubu korupsi. Tetapi sebaliknya, justru sekarang Xi Jinping bisa mengambil keuntungan dari penangkapan mereka sebagai modal untuk tawar menawar. Tentu saja, mereka belum ditangkap sekarang tidak berarti untuk seterusnya tidak akan ditangkap. Mungkin penangkapan Jiang Zemin baru dilakukan pada detik terakhir, menjelang ‘tutup buku’.

Ada teman yang menganggap penangkapan Jiang sebagai tanda menang kalahnya pertarungan. Sebenarnya itu tidaklah perlu. Karena yang lebih penting adalah langkah apa yang harus diambil demi kepentingan bangsa dan negara setelah kubu anti korupsi memenangkan pertarungan melawan kubu korupsi.

Soal alasan Jiang Zemin harus ditangkap, seperti apa yang disampaikan oleh Luo Yu (putra alm Jenderal Luo Ruiqing) bahwa, pertama Jiang Zemin memiliki setumpuk kejahatan keji. Kedua, saat untuk menangkap dia dan kelompok yang tersisa sudah matang. Ketiga, penangkapan Jiang Zemin merupakan satu-satunya solusi untuk mengurai segala kerumitan yang terjadi dalam pembangunan politik dan ekonomi Tiongkok. Apalagi itu juga memenuhi harapan rakyat sehingga tidak perlu ragu untuk melakukan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular