Batuk membantu mengusir racun bagi penderita COPD. (iSTOCK)

Oleh: dr. Soe Hyo – Seok

“Biarkan aku mengambil napas sejenak!” Sebagian besar dari kita mungkin pernah merasa lelah di tengah hari yang sibuk, lalu mengambil waktu mengesampingkan beban kerja sejenak, menghirup dan menghembuskan napas dalam-dalam. Melakukan ini dapat menyegarkan tubuh kita, menghilangkan perasaan sesak, memulihkan ketenangan dan stabilitas pikiran.

Namun, bagi mereka yang tidak bisa bernapas normal, yang terus menderita mengi dan sesak napas, serta yang memiliki kesulitan berjalan dikarenakan hal ini, maka tidak ada kelegaan terbebas dari perasaan sesak napas. Seperti halnya bagi banyak pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis (COPD) yang kerap mengalami kesulitan selama 24 jam sehari, 365 hari setahun.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), COPD menyebabkan satu kematian setiap 10 detik, di seluruh dunia. Ketika COPD parah, pasien menemukan bahwa kualitas hidup mereka menjadi sangat terganggu.

COPD bukan hanya satu penyakit, tetapi merupakan istilah umum untuk kondisi paru-paru yang kronis, termasuk emfisema, di mana saluran pernapasan tersumbat.

Emfisema adalah suatu kondisi di mana kantung udara di paru-paru mengalami kerusakan. Bayangkan paru-paru seperti sebuah pohon: udara masuk melalui akar (hidung atau mulut), mengalir ke dalam batang pohon (trakea), kemudian ke cabang (saluran bronkial), ranting (bronchioli), dan berakhir di daun, jika dalam paru-paru berupa sekitar 500 juta alveoli, yakni kantung-kantung kecil di bronchioli, akhir di mana udara memasuki darah kita.

Ketika ada banyak alveoli, pernapasan menjadi nyaman karena jumlah alveoli menentukan kapasitas bernapas. Emfisema menghancurkan dinding di antara alveoli, meledakkan kantung seperti gelembung yang pecah. Jumlah alveoli yang sehat turun dengan drastis dari 500 juta kantong. Ketika tinggal hanya sekitar 200 juta alveoli, maka pasien akan mendapatkan sesak napas.

Paru-paru juga akan mengisinya dengan dahak, sehingga menyebabkan batuk, dan jika emfisema menjadi parah, maka pasien mungkin mengalami kesulitan untuk meniup lilin dari jarak 5 inci (sekitar 13 cm). Penurunan jumlah alveoli juga berarti berkurangnya oksigen yang dikirim ke darah, dan makin sedikit karbondioksida yang dibuang, sehingga memiliki efek yang buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Begitu paru-paru rusak, maka sulit untuk mengembalikannya ke kondisi sehat semula. Meskipun paru-paru yang sehat dapat mengatasi pneumonia dengan cukup baik, namun paru-paru yang melemah tidak bisa. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun bagi penderita COPD berkisar 30-60 persen, tergantung tingkat keparahan penyakit.

Bagi pasien COPD dan yang memiliki sejarah penyakit paru-paru seperti tuberkulosis dan pneumonia, maka tingkat kelangsungan hidup lima tahun akan jauh lebih sedikit. Selain itu, pasien COPD empat sampai lima kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker paru-paru.

Pengobatan modern menganggap mustahil untuk memulihkan alveoli yang rusak ketika seorang pasien menderita emfisema, kerusakan tersebut diberi label permanen, dan pengobatan modern memandang penurunan fungsi paru-paru akibat COPD bagaikan “menyeberangi sungai dan tak ada cara untuk kembali”.

Lantas apakah kita benar-benar tanpa pilihan kecuali hanya melihat kondisi tubuh yang makin menurun? Apakah tidak ada cara untuk menyembuhkan COPD? Jangan khawatir, masih ada harapan.

Sesak napas, batuk membantu penyembuhan

Berlawanan dengan kepercayaan populer, agar kondisi paru-paru dapat benar-benar meningkatkan, Anda harus mengalami sesak napas dan batuk. Sesak napas menandakan bahwa kerusakan paru-paru sedang dilaporkan pada sistem kekebalan tubuh. Ini adalah sinyal yang menyampaikan situasi kritis paru-paru kepada sistem kekebalan tubuh dan sangat penting untuk proses penyembuhan.

Sistem kekebalan tubuh kemudian dapat menyebarkan sel-sel dalam alveoli (pneumocytes) untuk membuat dahak yang akan mengisi paru-paru, dan operasi normal dari sistem kekebalan tubuh secara alami mengusir dahak dan menyembuhkan tubuh.

Namun, pengobatan modern sering kali memblokade pesan penting ini dengan segera meresepkan steroid ketika sesak napas terjadi. Bahkan masalah yang lebih serius lagi adalah si pasien berpikir bahwa steroid adalah obat yang sangat baik, dan terus menggunakannya karena dapat menghentikan sesak napas.

Namun apakah pasien tidak menyadari bahwa steroid juga telah menghentikan tim penyelamat dari sistem kekebalan tubuh yang dikirim ke daerah-daerah kerusakan, dan dengan demikian kerusakan dapat menjadi lebih buruk lagi.

Lalu, bagaimana bisa COPD disembuhkan secara mendasar? Melalui batuk -Anda akan sembuh jika batuk. Hal ini karena satu-satunya alat pembuangan sampah dari paru-paru pasien COPD adalah dikeluarkan melalui batuk.

Orang yang sehat dapat membersihkan paru-parunya dengan cara lain selain batuk, oganelles yang mirip rambut mikroskopis, yang disebut silia dalam saluran udara akan menggerakkan dahak ke tenggorokan untuk diludahkan. Sementara bagi orang yang sehat di saat tidur atau bekerja, silia akan bertindak secara otomatis untuk melepaskan dahak dari tubuh.

Namun, pada pasien COPD, silianya rusak, dan tubuh harus bergantung pada batuk untuk melepaskan dahak dari paru-paru. Jadi, meskipun batuk tidak nyaman, tapi itu juga penyembuhan.

Sekali lagi masalah batuk, obat modern akan mengambil pendekatan yang berlawanan, batuk dan dahak ditekan dengan penekan batuk (antitusif), dan ekspektoran, yang menipiskan dahaknya, sehingga lebih mudah untuk mengusir.

Namun pada kenyataannya, tidak semua dahak dikeluarkan dari paru-paru. Hanya kelembaban yang dikeluarkan. Begitu kelembaban berkurang, volume dahak berkurang, tapi yang tersisa malah menjadi sulit.

Karena dahak tidak dikeluarkan, maka baik dokter maupun pasien mungkin berpikir bahwa obat ekspektoran yang digunakan adalah efektif, dan akan terus menggunakannya. Jika pasien terus mengonsumsi obat ini, maka paru-paru secara bertahap akan diisi dengan dahak yang mengeras, dan pernapasan akan menjadi lebih sulit, sehingga akhirnya menyebabkan kematian.

Lalu, bagaimana bisa COPD disembuhkan sepenuhnya? Dahak yang mengeras, harus dibuat lunak terlebih dahulu untuk mendorong tubuh mengeluarkan batuk. Hal ini dapat dilakukan dengan pembersihan paru yang terus memasok kelembaban ke dalam paru-paru. Ketika dahak telah menjadi lunak, maka dapat dikeluarkan dengan mudah melalui batuk.

Namun, ketika terus terjadi batuk berdahak, maka pasien seringkali berpikir bahwa kondisinya telah diperburuk. Pada kenyataannya, ini adalah proses penyembuhan yang sesungguhnya, yang memungkinkan membuang sampah dari dalam tubuh.

Ketika dahak yang sangat tebal terus dibuang melalui batuk, setelah sekitar dua bulan, maka akan menjadi keputihan, hal ini menunjukkan perbaikan kondisi. Setelah sekitar satu tahun pembersihan terus menerus dan batuk yang mengeluarkan akumulasi limbah tubuh, CT paru-paru akan menunjukkan bahwa gumpalan dahak mengeras yang diisikan ke dalam paru-paru sebelumnya, kini telah menghilang sama sekali. Bagi banyak dokter, ini dianggap sebuah keajaiban.

Membersihkan paru-paru

Jika paru-paru terus dibersihkan selama sekitar satu tahun setengah, amandel akan semakin kuat dan menghasilkan sel-sel kekebalan aktif yang secara bertahap meregenerasi alveoli yang rusak. Setelah sekitar 50 persen dari alveoli yang rusak telah dipulihkan, maka akan menyelesaikan emfisema paru-paru dari akarnya dan menyembuhkan COPD.

Ketika fungsi paru-paru diperkuat dan kekebalan tubuh dinormalkan, perubahan pertama yang akan Anda rasakan adalah tidak akan mudah lagi menderita pilek. Jika pilek biasa berhasil diberantas, maka akan memungkinkan untuk memberi perlindungan yang cukup terhadap rhinitis (radang selaput lendir hidung) dan asma, juga penyakit paru-paru yang parah, yang dihasilkan dari perpanjangan masuk angin.

Jika kesehatan paru-paru dipulihkan melalui terapi pembersihan, bahkan pada usia 70 tahun, amandel akan diperkaya, alveoli akan diperbaharui, dan usia Anda dapat diperpanjang selama 30 tahun. Secara alami akan memungkinkan umat manusia untuk memiliki umur yang melebihi 100 tahun. Saya sangat percaya bahwa membersihkan paru-paru akan membawa era rentang hidup hingga 100 tahun. (Ajg)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share

Video Popular