Rasa panas cabai berasal dari zat capsaicin, yakni senyawa yang dihasilkan untuk melindungi cabai dari serangan jamur. Capsaicin tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi ketika Anda memakannya, capsaicin akan merangsang otak untuk merasakan panas saat menyentuh tubuh.

Turunkan berat badan

Sifat terapeutik capsaicin, tidak terbatas pada mengurangi rasa nyeri. Para peneliti juga mengeksplorasi perannya dalam menurunkan berat badan, yaitu menggunakan capsaicin untuk menghancurkan urat saraf tertentu yang mengirimkan informasi dari usus ke otak. Dikatakan prosedur ini berdampak “luar biasa” pada berat badan, akan tetapi dengan menghancurkan serabut saraf ini, bisa memiliki implikasi jangka panjang yang serius pada kesehatan.

Untungnya, capsaicin mungkin efektif dalam menurunkan berat badan jika ditambahkan dalam menu kuliner. Penelitian telah menunjukkan bahwa substansi tersebut dapat membantu melawan obesitas dengan mengurangi asupan kalori, menyusutkan jaringan lemak, dan menurunkan kadar lemak darah, serta melawan penumpukkan lemak dengan memicu perubahan protein yang bermanfaat dalam tubuh. Sekali lagi… jika capsaicin digunakan sebagai tambahan menu.

Manfaat ini mungkin diakibatkan oleh panas yang dihasilkan capsaicin, karena ia merupakan zat termogenik yang sementara waktu bisa meningkatkan thermogenesis dalam tubuh, yakni sebuah proses dimana tubuh membakar bahan bakar seperti lemak untuk menciptakan panas, yang menguntungkan bagi metabolisme, dan sebagai pembakar lemak yang potensial.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi bahan termogenik dapat meningkatkan metabolisme hingga 5 persen, dan meningkatkan pembakaran lemak hingga 16 persen. Bahkan dapat membantu mengatasi penurunan tingkat metabolisme yang sering terjadi selama penurunan berat badan.

Membunuh sel kanker

Capsaicin memiliki sifat anti-oksidan maupun anti-inflamasi, dan telah menunjukkan beberapa harapan bagi pengobatan kanker. Dalam penelitian tersebut memperlihatkan capsaicin bisa menekan pertumbuhan sel kanker prostat manusia dan membiarkan sel-sel normal tidak terluka.

Dalam sebuah studi, terdapat sekitar 80 persen dari sel-sel kanker prostat pada tikus yang dibunuh oleh capsaicin, sedangkan saat mengobati tumor menyusut hingga menjadi sekitar seperlima ukuran tumor yang tidak diobati.

Capsaicin juga telah terbukti efektif melawan kanker payudara, pankreas, dan sel-sel kanker kandung kemih, meskipun Anda mungkin perlu memakan capsaicin dalam jumlah yang tidak realistis untuk mendapatkan manfaat tersebut (seperti delapan cabai habanero atau gendol seminggu).

4 opsi tambahan untuk penghilang nyeri alami

Jika Anda sedang mencari bentuk alami penghilang rasa nyeri, maka hanya satu pilihannya krim capsaicin. Empat pilihan lain yang memiliki efek serupa meliputi:

1. Boswellia. Juga dikenal sebagai boswellin atau kemenyan India, ramuan ini mengandung senyawa anti-inflamasi. Sangat manjur digunakan pada banyak pasien rheumatoid arthritis.

2. Astaxanthin. Astaxanthin telah terbukti sangat berguna terhadap nyeri sendi yang disebabkan oleh peradangan. Studi telah menunjukkan astaxanthin mengurangi faktor nuklir kappa beta; saklar master respon inflamasi. Ia juga mengurangi faktor tumor necrosis dan sitokin pro-inflamasi lain yang menyebabkan peradangan dan nyeri.

3. Cakar setan (Harpagophytum). Jenis tanaman asal Afrika Selatan ini ditemukan sangat efektif meringankan rasa nyeri yang disebabkan oleh peradangan, termasuk radang sendi, dan nyeri otot.

4. Terapi laser-K kelas 4 . Jika Anda menderita nyeri akibat cedera, arthritis, atau nyeri lainnya yang berbasis inflamasi, saya akan sangat mendorong Anda untuk mencoba terapi Laser-K. Hal ini dapat menjadi pilihan yang sangat baik untuk berbagai kondisi yang menyakitkan, termasuk cedera akut. Laser-K adalah sebuah terapi penyembuhan laser inframerah kelas 4 yang membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan, dan meningkatkan penyembuhan jaringan -baik jaringan keras dan lunak, termasuk otot, ligamen, atau bahkan tulang. Manfaat ini diyakini sebagai hasil peningkatan sirkulasi mikro, karena terapi ini meransang aliran sel darah merah di daerah perawatan. Vena dan limfatik kembali juga ditingkatkan, seperti oksigenasi jaringan tersebut. (Ajg/Yant)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular