Keterangan foto: Bo Xilai (kiri) dan Wang Lijun (kanan). (internet)

Oleh Yang Ning

29 Januari, 4 tahun silam, Bo Xilai yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Partai Kota Chongqing secara emosional melayangkan sebuah tamparan keras ke muka Wang Lijun yang akhirnya mengubah perjalanan sejarah Tiongkok.

Menurut informasi yang diungkapkan media Partai Komunis Tiongkok/ PKT Xinhua Net bahwa pada 29 Januari 2012, Wang Lijun yang ketika itu masih menjabat sebagai Wakil Walikota Chongqing merangkap Kepala Biro Keamanan dan Ketertiban Umum kota Chongqing mendapat tamparan keras dari atasannya Bo Xilai sehingga gendang sebelah telinganya pecah. Wang ditegur karena sehari sebelumnya telah memberikan laporan tentang adanya temuan yang mencerminkan keterlibatan langsung istrinya Gu Kailai dalam kasus pembunuhan ’11.15’ (pembunuhan Neil Heywood pada 15 November 2011). Beberapa hari kemudian Wang dikabarkan sering pergi ke Rumah Sakit Chongqing untuk berobat telinganya.

Pada saat itu beredar juga isu yang disebarkan oleh media asing menyebutkan bahwa Wang tidak berani melawan Bo Xilai meskipun dimaki dan ditampar secara keras. Wang hanya mengatakan, “Saya sudah tahu bagaimana untuk menangani masalah itu, Serahkan saja urusan itu kepada saya, akan saya bereskan.” Lalu secepatnya berjalan keluar dari ruang kantor Bo.

Namun, Wang Lijun yang berniat membantu menutupi kasus pembunuhan itu sudah tidak lagi dipercaya oleh Bo yang angkuh. Kemudian tanggung jawabnya sebagai Wakil Walikota Chongqing dikurangi, ia pun dibebastugaskan dari Kepala Biro Keamanan dan Ketertiban Umum kota Chongqing. Dalam beberapa hari itu 3 orang asistennya satu per satu ditangkap secara ilegal untuk diperiksa oleh pihak berwenang.

Mengetahui dirinya semakin terancam, Wang Lijun kemudian timbul niat untuk membelot dengan membawa sejumlah bukti yang menyangkut korupsi keluarga Bo Xilai, penyuapan pejabat militer Kota Chongqing. Instruksi yang ditujukan kepada Pengadilan Negeri untuk menghukum mati Wen Qiang. Instruksi penangkapan Li Zhuang. Bukti-bukti Bo Xilai berkonspirasi dengan Zhou Yongkang untuk merebut kekuasaan dari tangan Xi Jinping. Rencana melakukan pembersihan terhadap oposisi dalam PKT setelah kudeta berhasil nanti. Instruksi untuk mengambil paksa organ tubuh hidup dari praktisi Falun Gong yang tertangkap (dalam dokumen dan rekaman suara) serta dokumen-dokumen dari Politbiro tentang perintah penangkapan dan penindasan para praktisi Falun Gong dan pembangkang politik. Setumpuk dokumen dan bukti-buti rahasia itu dibawa serta oleh Wang Lijun saat melarikan diri ke gedung Konsulat AS di kota Chengdu untuk diserahkan kepada pemerintah AS sekaligus meminta perlindungan.

Pemerintah AS akhirnya memberitahu rahasia itu kepada Xi Jinping yang sedang melakukan kunjungan di AS pada pertengahan Februari. Wang Lijun juga menyerahkan dokumen rahasia yang sama kepada pemerintah Tiongkok melalui tangan Hu Jintao. Rencana busuk Bo Xilai terungkap menyebabkan ia dipecat dan kasusnya diserahkan ke pengadilan. Pada 2013, Bo dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan istrinya Gu Kailai dijatuhi hukuman mati yang pelaksanaannya ditunda selama 2 tahun.

Diperiksanya kasus Bo Xilai membuat rencana kelompok Jiang Zemin untuk menggulingkan Xi Jinping terekspos. Kelompok Jiang mencoba melalui berbagai cara untuk menyerang balik pemerintahan yang dipimpin Xi Jinping, termasuk kudeta bersenjata dari Zhou Yongkang yang menemui kegagalan.

Rezim Xi Jinping yang baru dikukuhkan melalui Sidang Paripurna ke 18 PKT pada 2012, saat itu memang menemui berbagai provokasi dan rongrongan dari kelompok Jiang. Akibatnya, Komite Pengawas Kedisiplinan PKT terpaksa digunakan untuk memerangi kelompok Jiang yang korup. Melalui ‘pertempuran’ sengit yang berlangsung selama lebih dari 2 tahun, rezim Xi Jinping akhirnya berhasil membersihkan para antek Jiang yang berada di instansi militer, politik, hukum dan ekonomi. mereka itu termasuk Xu Caihou, Guo Boxiong, Zhou Yongkang, Su Rong, Ling Jihua dan lainnya.

Hingga Desember 2015, rezim Xi Jinping sudah berhasil menyingkirkan berbagai campur tangan untuk mengacau pemerintahan yang dibuat oleh kelompok Jiang dalam bidang diplomatik, militer, politik dan hukum, sosial, urusan Xinjiang, Hongkong. Dan mengarahkan target penangkapan langsung ke 2 ‘harimau tua’ yaitu Jiang Zemin dan Zeng Qinghong. Rezim Xi juga mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, “Pembasmian korupsi tidak akan memandang siapa dia dan apa kedudukannya.”

Xi Jinping pada Januari 2016 mengatakan bahwa tren kemenangan bagi kubu anti korupsi sedang terbentuk. Pernyataan ini menggambarkan terjadinya perbandingan kekuataan kedua kubu yang sudah sangat berbeda bila dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Menyusul pernyataan itu, Komisi Pengawas kedisiplinan PKT segera mengeluarkan isyarat hendak membasmi korupsi sampai ke akar-akarnya, yang deklarasinya mengarah kepada penangkapan Jiang Zemin dan Zeng Qinghong.

Sejarah tampaknya berjalan berubah arah begitu saja tanpa disadari. Termasuk Bo Xilai yang menampar muka Wang Lijun pasti tidak menyadari bahwa konsekuensi dari tamparannya begitu serius dan berat untuk dihadapi. Akibat ia lebih percaya komunisme daripada percaya kepada Sang Pencipta Alam. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular