JAKARTA – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Ngadino memberikan ultimatum kepada Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP) untuk tak mengacaukan keamanan dan situasi masyarakat Sumatera Utara.  Kepolisian jika betindak tegas nantinya sudah sesuai dengan aturan, karena tindakan anarkis sudah mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Jika perusuh sudah menjadi ancaman karena bisa membahayakan keselamatan anggota dan masyarakat, tindakan tegas itu perlu diterapkan. Itu tidak melanggar,” ujar Kapolda Sumut di Medan dikutip dari Tibun Medan, Minggu (31/1/2016).

Kapolda Sumut berharap kepada kedua belah pihak organisasi kempemudaan (OKP) yang terlibat bentrokan Sabtu lalu, supaya sama-sama menahan diri.  Kapolda menegaskan kedua  pihak yang bertikai harus bisa menjaga situasi keamanan, dan tidak mengulangi kembali pertikaian.

Polda Sumatera Utara sudah memeriksa 34 orang di Polresta Medan, menyusul bentrokan maut antara Pemuda Pancasila dengan Ikatan Pemuda Karya di Jalan Thamrin, Jalan Asia dan melebar ke sejumlah jalan lainnya di Medan, Sabtu (30/1/2016).

Namun demikian hingga kini, pihak kepolisian masih belum menetapkan satu pun tersangka atas bentrokan Sabtu lalu. Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki tewasnya dua kader Ikatan Pemuda Karya Monang Hutabarat dan Saprin saat bentrokan terjadi.

Pihak kepolisian masih belum menyimpulkan motif penyebab bentrokan berdarah antar anggota kedua organisasi itu. Hingga saat ini bentrokan disebutkan bermula saat ada kelompok yang melintas di depan kantor organisasi itu. Pada saat itu kemudian ada ucapan-ucapan tertentu dari salah satu pihak dan ada yang tersinggung hingga terjadi bentrokan.

Jenderal bintang dua itu menuturkan aparat keamanan di Sumatera Utara kini memasuki tahapan siaga satu untuk mengamankan wilayah mereka. Apalagi belum lama terjadi teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta. Akan tetapi terjadi bentrokan berdarah antar IPK dan PP hingga terjadi korban tewas. (asr)

Share

Video Popular