Ilustrasi Yeti , Selama beberapa tahun terakhir, “manusia salju” di pegunungan Himalaya bernama Yeti yang legendaries itu telah berulang kali ditelusuri jejaknya, namun, tidak juga ditemukan bukti keberadaannya. (Screenshot Video)

Melansir laman “Daily Mail” Inggris, selama beberapa dekade, “manusia salju” bernama Yeti di pegunungan Himalaya itu selalu menjadi misteri dan sulit dipahami hingga kini. Baru-baru ini, seorang pendaki bernama Steve Berry mengklaim telah menemukan jejak manusia salju, dan perlombaan mencari sang “manusia salju” (Yeti) ini sudah bisa diakhiri.

“Pendaki ini merekam sebuah jejak kaki di kedalaman gunung Himalaya yang terpencel dari Kerajaan Bhutan, makhluk mistis ini telah pergi,” kata pendaki Steve Berry.

Jejak kaki ini jauh lebih besar dari jejak kaki manusia pada umumnya, dan hingga kini, jejak kaki makhluk misterius ini masih terawat utuh di lereng gunung. Sehubungan dengan serangkaian jejak kaki yang jalin-menjalin, Berry bersikeras bahwa jejak-jejak kaki ini mustahil merupakan bekas pijakan macan tutul salju atau hewan berkaki empat lainnya. Meskipun beruang bisa berjalan dengan kedua kakinya, tapi ukurannya yang besar itu tidak mungkin membuat cakarnya menginjak tanah dengan pijakan yang sempurna.

Keterangan foto: Jejak kaki dalam foto yang diambil di pegunungan Himalaya itu adalah jejak kaki bekas pijakan manusia salju alias Yeti Himalaya, kata Steve Berry, seorang pendaki gunung yang handal.(Screenshot Video)

Menurut Steve, jejak kaki itu adalah bekas pijakan seekor hewan semacam gorilla, ketika itu hewan ini dengan teliti memilih jalur yang akan dilalui untuk menyeberangi jalan terjal yang ditutupi gumpalan salju. Pada awal Oktober 2014 lalu, pemandu Berry asal Bhutan melihat jejak kaki itu 200 yard di sebuah jurang, tepatnya di atas Gangkhar Puensum, sebuah gunung tertinggi di dunia dan tidak pernah didaki manusia.

Berry (66), yang tinggal di sekitar wilayah Badminton di South Gloucestershire, Inggris mengatakan, “Orang-orang setempat mengatakan bahwa kami adalah orang pertama yang pernah menginjakkan kaki di kawasan itu. Saya selalu berpikir bahwa kisah tentang manusia salju adalah sebuah cerita bohong yang usang, namun, tidak dipungkiri, jejak kaki itu memang pernah ada. Jejak kaki yang terletak di ketinggian 17.800 kaki itu ternyata bisa kami saksikan dengan jelas secara kasat mata. Di hadapan kami, ada sebuah lereng yang curam, dan bisa dipastkan itu adalah sebuah lereng gunung yang sangat sulit diseberangi, karena itu, kami tidak bisa sampai di sana.”

Hingga empat hari kemudian, Berry baru bisa berbagi temuannya itu ketika kembali ke lokasi yang dihuni manusia. Kurang lebih 11 tahun silam, seorang penggembala pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah melihat manusia salju di Bhutan.

Penggembala itu mengatakan kepada Berry bahwa saat itu, manusia salju berdiri tegak menghadapnya dikejauhan 100 yard, dan terpaku menatapnya. Tubuh manusia salju itu ditutupi sepenuhnya oleh bulu coklat. Sementara mukanya juga dipenuhi dengan bulu, persis seperti kucing atau anjing, namun, ia memiliki tinggi layaknya manusia normal. Penggembala itu melanjutkan ceritanya, karena salah satu jejak kaki itu berada di depan jejak kaki lainnya, sehingga bisa diidentifikasi jejak yang ditinggalkan manusia salju. Sambil mendengar cerita penggembala, Berry lalu memperlihatkan foto di kameranya itu ke penggembala.

 “Ya benar, ini adalah jejak yang ditinggalkan manusia salju,” kata penggembala kepada Berry setelah melihat foto itu.

Sejak 1921 silam, ketika sebuah tim ekspedisi dari British “Royal Geographical Society” menemukan jejak kaki yang terdiri dari “sesosok makhluk liar dan tumpukan salju” (asal usul muncul istilah manusia salju), dan sejak itu “manusia salju” menjadi daya tarik dunia barat.

Sejak itu, meskipun orang-orang berupaya keras menemukan manusia salju, namun, ia selalu tidak pernah bisa ditemukan, sehingga menyebabkan ukuran, bentuk maupun nama dari makhluk mistis ini juga berbeda di setiap lokasi di Himalaya. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular