Keterangan foto: 5 Komando Daerah Militer Tiongkok telah diresmikan oleh Xi Jinping di Beijing pada Senin (1/2/2016). (foto internet)

Oleh Xia Yan

Otoritas Tiongkok menggelar upacara peresmian 5 komando daerah militer yang baru dibentuk dari penggabungan 7 kodam sebelumnya, pada Senin (1/2/2016). BBC mengutip surat kabar militer Tiongkok yang berkomentar bahwa perombakan kodam ini adalah hasil dari reformasi militer Tiongkok dan merupakan yang terbesar sejak tahun 50-an.

Ketujuh kodam terdahulu yang mengalami perombakan yaitu Kodam Beijing, Kodam Shenyang, Kodam Jinan, Kodam Nanjing, Kodam Guangzhou, Kodam Lanzhou dan Kodam Chengdu yang kini telah dilebur ke dalam 5 Kodam wilayah Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah.

Dalam peresmian itu, Presiden Xi Jinping sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Tiongkok menyerahkan bendera militer lambang kelima kodam itu kepada masing-masing komandan mereka, kemudian menyampaikan pidato.

Surat kabar militer Tiongkok dalam komentarnya juga menyebutkan bahwa reformasi besar-besaran terhadap Tentara Pembebasan Rakyat secara bertahap akan meninggalkan sistem komando gaya Uni Soviet dan beralih ke gaya Amerika atau Barat.

Selain itu total 10 orang panglima yang baru diangkat untuk menjabat di Komiter Militer Pusat juga hadir dalam acara peresmian itu.

Xi Jinping pada September itu berjanji untuk mengurangi sebanyak 300.000 personil militer, kemudian langsung memulai serangkaian perombakan dalam instansi militer. Media Hongkong South China Morning Post pada November tahun lalu memberitakan bahwa Komite Militer Pusat baru selesai mengadakan pertemuan yang membahas soal perombakan. Rapat yang dipimpin oleh Xi Jinping dalam pidatonya meminta para staf militer untuk mengikuti arahan-arahan yang sudah ditentukan oleh pusat.

Media asing mengutip sumber yang terlibat dalam urusan internal militer Tiongkok melaporkan, Xi Jinping melalui pidatonya menyampaikan sebuah pesan keras kepada seluruh jajaran yang bunyinya, “Siapa saja yang menentang reformasi militer, berarti ia bermaksud untuk menghalangi kemajuan bagi militer Tiongkok yang karena itu kita harus memaksanya untuk mundur dari jabatan.”

Media worldjournal.com mengutip sumber yang dekat dengan pejabat militer Tiongkok melaporkan bahwa Komite Militer Pusat terpaksa mengundur pelaksanaan program perombakan dalam instansi militer ke Desember tahun ini dari waktu yang sudah direncanakan karena menghadapi hambatan. Kabarnya, pelaksanaannya akan dibagi ke dalam 3 tahapan, dimana pada akhir November hingga awal Desember. Komite akan menangkap dan mengumumkan sedikitnya 400 orang perwira menengah yang tergolong ‘harimau kecil’ yang terlibat dalam berbagai pelanggaran disiplin. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah perwira menengah Tiongkok sekarang dalam keadaan ‘deg-degan.’

Laporan mengutip informasi yang disampaikan dari seorang yang memiliki hubungan dengan kalangan atas di Beijing menyebutkan bahwa untuk membersihkan ‘racun-racun’ peninggalan Xu Caihou dan Guo Boxiong, Komite Militer Pusat yang sudah dikuasai oleh Xi Jinping berencana untuk melakukan ‘pembersihan’ terhadap perwira di tingkat menengah khususnya bagi mereka yang sejak 2008 pangkatnya dengan cepat membumbung tinggi. Pembersihan bertujuan untuk memastikan agar reformasi nanti bisa berjalan lancar.

Di masa lampau selama 20 tahun Jiang Zemin berkuasa dan melakukan campur tangan dalam urusan dalam negeri dan militer Tiongkok. Ia membina sejumlah perwira antek untuk menduduki jabatan tingi di militer demi mempertahankan kekuasaan dan mengurangi wewenang presiden Hu Jintao. Para perwira antek itu tersebar di hampir seluruh lini. Untuk itu, membersihkan militer dari pengaruh Jiang Zemin menjadi prioritas. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular