- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Kemenkes RI Keluarkan Travel Advisory Terkait Virus Zika

Seorang pria berjalan disela-sela foging terhadap nyamuk Aedes aegypti untuk mencegah penyebaran virus Zika di Soyapango  berjarak 6 kilometer sebelah timur dari San Salvador , pada 21 Januari 2016 . (Marvin Recinos/AFP/Getty Images)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI resmi mengeluarkan travel advisory sebagai upaya melindungi masyarakat Indonesia terhadap kemungkinan tertular penyakit yang bersumber dari virus Zika. WNI yang hendak berkunjung ke negara-negara terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk menghindari gigitan nyamuk dan siapa yang kembali dari negara-negara tersebut untuk memeriksa diri.

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek mengatakan travel advisory dikeluarkan setelah mempertimbangkan dan mencermati kondisi berkembang pada saat ini terkait virus zika. Belum lama ini badan kesehatan dunia WHO sudah mengumumkan status gawat darurat kesehatan dunia yakni penyebarannya lintas benua.

“Kami menyampaikan imbauan kepada masyarakat Indonesia termasuk ibu hamil yang berkunjung ke negara mengalami KLB virus zika dianjurkan untuk menghindarkan diri dari gigita nyamuk,” imbaunya Menkes dalam imbauan kepada masyarakat, Rabu (17/2/2016) malam di Jakarta.

Menkes menyarankan kepada WNI atau ibu hamil agar memakai pakaian panjang dan tertutup, menggunakan obat oles anti nyamuk, tidur menggunakan kelambu atau kamar yang menggunakan kasa anti nyamuk. Warga juga diimbau untuk memeriksakan diri ke dokter bila mengalami sakit.

Kepada WNI yang kembali dari negara-negara mengalami KLB penyakit virus zika diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dalam 14 hari setelah tiba di Indoensia. Kepada mereka diminta untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan seerti gejala demam, ruam kulit, neyeri sendi dan otot, sakit kepala dan mata merah. Kepada mereka diminta untuk menjelaskan riwayat perjalanan dari negara yang sedang mengalami KLB.

Kemenkes RI meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia harus waspada terhadap perkembangan virus Zika.  Namun demikian masyarakat diimbau tidak panik. Pemerintah terkait hal ini mulai meningkatkan kewaspadaan pada pintu masuk negara melalui kantor kesehatan KKP  di bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. Pemerintah juga memastikan dengan baik pelayanan kesehatan termasuk fasilitas di Puskesmas atau Rumah Sakit seuruh Indonesia.

Hingga saat ini negara-negara yang mengalami KLB Virus Zika, yaitu Brazil, Cape Verde, Colombia, El Savador, Honduras, Martinique, Panama, dan Suriname. Sedangkan negara-negara yang memiliki status transmisi aktif, yaitu: Barbados, Bolivia, Curacao, The Dominican Republic, Ecuador, Fiji, French Guiana, Guadalope, Guatemala, Guyana, Haiti, Meksiko, New Caledonia, Nicaragua, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Samoa, Tonga, Thailand, US Virgin Islands, dan Venezuela. (asr)