Biopsi merupakan langkah penting dalam diagnosis kanker paru-paru (Fotolia)

Biopsi merupakan langkah penting dalam diagnosis kanker paru-paru, sekaligus merupakan dasar utama bagi dokter dalam menentukan hasil diagnosis dan tindakan pengobatan. Dokter mungkin akan mencanangkan beberapa metode berikut ini untuk biopsi (pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium).

Fine Needle Aspiration Biopsy-FNAB / Biopsi Aspirasi Jarum Halus (FNA)

Operasi ini biasanya ditangani oleh ahli radiologi intervensi atau dokter bedah, proses biopsi aspirasi jarum halus ini diselesaikan di bawah bantuan CT scanner, dan di bawah fluoroskopi untuk memastikan jarum ditusukkan ke posisi tumor secara akurat.

Dokter akan menusukkan jarum ke tumor atau bagian yang membenjol melalui insisi di dinding dada, untuk menyedot sel-sel tumor ke dalam jarum suntik, selanjutnya bahan hasil sedotan itu diperiksa oleh dokter Ahli Patologi di bawah miskroskop. Dokter Ahli Patologi akan menentukan jenis penyakit pada benjolan itu. Setelah itu dokter akan memberikan obat atau cara pengobatan yang sesuai dengan penyakit.

Dalam proses diagnostik dan pemeriksaan molekul diperlukan pengambilan sampel jaringan tumor yang cukup, jadi sebelum memastikan untuk proses aspirasi jarum halus (penyedotan tumor melalui jarum halus) sebaiknya tanyakan dulu pada dokter apakah cara ini dapat mengambil sampel yang cukup.

Core needle biopsy / Biopsi inti jarum

Biasanya ditangani oleh ahli radiologi intervensi atau dokter spesialis rongga dada, proses operasi mirip dengan biopsi aspirasi jarum halus, tapi dapat mengambil sampel jaringan yang lebih besar untuk menentukan jenis kanker paru-paru dan pengujian molekuler. Biopsi inti jarum ini juga perlu bantuan peralatan X-ray untuk memandu jarum ditusukkan ke posisi tumor secara akurat.

Proses bronkoskopi

Biasanya ditangani oleh dokter spesialis paru, dokter akan memasukkkan selang lembut melalui tenggorokan, laring, trakea menuju ke dalam bronkus paru-paru yang lebih besar. Tindakan ini dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati suatu penyakit serta mengambil sampel jaringan. Operasi ini biasanya dilakukan dengan sedikit obat penenang atau bius lokal, dan proses operasi hanya berlangsung kurang dari satu jam.

Operasi TM dengan sistem navigasi elektromagnetik

Juga dikenal sebagai operasi ENBTM, biasanya ditangani oleh dokter spesialis paru atau dokter bedah toraks kardiovaskular (bedah jantung dan dada). ENBTM menggunakan CAT scan, sistem navigasi Covidien’s super DimensionTM dan teknologi Lung GPSTM, untuk membuat sebuah peta jalan bagi paru-paru, sama seperti dengan sistem GPS yang dipasang di dalam mobil. Peta jalan ini dapat membimbing dokter menemukan bagian nodul paru melalui jalur paru-paru, dokter akan memasukkan bronkoskop ke dalam paru-paru melalui mulut atau hidung dan masuk ke bagian nodul paru. Hanya dengan instrument yang halus dokter dapat mengambil sampel jaringan nodul untuk pemeriksaan.

Prosedur thoracentesis

Sebaiknya ditangani oleh ahli radiologi intervensi atau ahli bedah toraks. Jika pemeriksaan X-ray menunjukkan adanya cairan di rongga dada paru-paru, maka dokter akan memasukkan sebatang jarum halus ke bagian dada antara tulang rusuk, untuk menyedot sampel cairan. Jika pasien merasa kesulitan bernafas, mungkin karena akumulasi cairan yang berlebihan di dalam rongga dada, namun, gejala sesak napas akan membaik setelah akumulasi cairan itu dikeluarkan. Dan ahli Patologi akan mengambil sampel cairan untuk diperiksa.

Biopsi kelenjar getah bening

Sebaiknya ditangani langsung oleh ahli radiologi intervensi atau ahli bedah toraks. Biopsi kelenjar getah bening merupakan langkah penting untuk menentukan stadium kanker paru-paru. Prosedur biopsi ini dapat dilakukan dengan 3 metode : jarum langsung ditusukkan ke bagian kelenjar getah bening ; menggunakan jarum untuk bronkoskopi atau pemeriksaan secara mediastinoscopy, atau mengangkat kelenjar bening dengan operasi. Metode ini umumnya dapat dilaksanakan di bawah anestesi lokal dalam kondisi rawat jalan.

Metode mediastinoscopy

Sebaiknya ditangani oleh dokter ahli bedah toraks. Proses operasi dilakukan dalam kondisi anestesi umum / pembiusan secara keseluruhan, sehingga pasien dalam kondisi tidur selama operasi berlangsung. Dokter bedah akan memasukkan sebuah selang (disebut mediastinoscopy) ke leher pasien melalui sayatan kecil, dokter dapat melakukan biopsi terhadap tumor apa pun di luar daripada kelenjar getah bening atau paru-paru. Proses mediastinoskopi dapat dilakukan bersamaan dengan bronkoskopi ; jika kedua prosedur ini dilakukan secara bersamaan, maka waktu yang diperlukan tidak lebih dari dua jam. Sebaliknya jika hanya proses mediastinoskopi, biasanya hanya sekitar 45 menit, dan pemeriksaan bisa berlangsung di klinik.

Video-assisted thoracic surgery (VATS) / Tindakan pembedahan thorax secara endoscopy

Sebaiknya ditangani langsung oleh dokter bedah toraks. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi umum/pembiusan total, tindakan operasi ini dapat dilakukan dengan cara konvensional yaitu dengan cara membuka rongga dada/luka sayatan besar (Torakotomi) atau dengan cara minimal invasif melalui alat teropong atau torakoskopi dengan sayatan yang jauh lebih kecil (VATS: Video Assisted Thoracoscopic Surgery-monitor TV), yang memungkinkan dokter untuk melihat keadaan internal rongga dada pasien. Pembedahan dengan cara ini akan meminimalkan efek samping operasi seperti nyeri pasca operasi, mobilisasi yang lama, mengurangi waktu pemasangan selang dada, sehingga secara keseluruhan dapat mengurangi lama perawatan di rumah sakit.

Torakotomi

Proses ini biasanya ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah toraks. Dokter bedah akan membuka dinding dada dan secara langsung bisa memeriksa kondisi paru-paru pasien, dan melalui proses torakotomi dapat mengangkat tumor, jaringan parut atau kelenjar getah bening. Prosedur ini diperlukan anestesi umum atau pembiusan total, dan mungkin perlu menjalani rawat inap sekitar 3-5 hari di rumah sakit. (Epochtiems/Jhn/Yant)

Share

Video Popular