Keterangan gambar: Ilustrasi asteroid 2013 TX68 yang akan memasuki atmosfer Bumi. (Video screenshot)

Oleh: Huang Xiao Yu

National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengatakan, bahwa NASA sedang mengamati sebuah asteroid 2013 TX68 selebar 30 meter. Asteroid seukuran lapangan bola basket ini akan melintasi Bumi pada Maret mendatang. Ilmuwan tidak dapat memastikan seberapa dekat jarak asteroid ini dari bumi, namun, asteroid ini tidak akan menimbulkan ancaman yang fatal pada Bumi.

Menurut ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory , Pasadena, California, bahwa asteroid yang ditemukan pertama kali pada 2013 lalu ini akan melintasi Bumi pada 5 Maret 2015 mendatang, dan jarak yang paling dekat diperkirakan sekitar 17.700 km.

Jarak ini kira-kira setara dengan 1/20 jarak dari Bumi – Bulan, dan sekitar setengahnya jarak antara Bumi dengan sejumlah besar satelit komunikasi. Karena ketidakpastian jalur lintasan asteroid 2013 TX68 ini, diperkirakan paling jauh sekitar 14 juta kilometer dari Bumi.

Sebelumnya pada 2013 lalu, asteroid 2013 TX68 ini pernah mendekati Bumi, dan para ilmuwan menemukan asteroid ini masuk ke langit siang 3 hari kemudian, sehingga tidak bisa lagi terus mengikuti lintasannya.

“Sulit diprediksi dimana keberadaan asteroid ini,” kata manajer kantor Studi Objek Dekat Bumi di NASA, Paul Chodas.

Melansir laman “Discovery,” Jumat (5/2/2016), pejabat NASA mengatakan, asteroid yang dinamakan Near Earth Asteroid (NEO) 2013 TX68 ini, diperkirakan berdiameter sekitar 30 meter, dan akan berada di titik terdekat di Bumi pada 5 Maret mendatang, atau sekitar 17.700 kilometer jaraknya dari Bumi. Jarak ini kurang dari 5% dari jarak bumi – Bulan. (Jarak antar Bumi – bulan sekitar 384.400 kilometer).

“Karena temuan asteroid yang relatif singkat, sehingga jarak terdekat dari Bumi mungkin bervariasi karena perhitungan yang tidak sempurna,” demikian kata pejabat NASA dalam sebuah pernyataannya, Rabu (3/2/2016).

Keterangan gambar: Perbandingan posisi relatif lintasan asteroid 2013 TX68 (panah kuning) dengan orbit Bumi (warna hijau).  (NASA)

Astronom memaparkan, asteroid 2013 TX68 pertama kali ditemukan pada Oktober 2013 lalu, dan melintasi Bumi dalam jarak 2 juta kilometer ketika itu. Namun, kondisi asteroid yang berjarak dekat seperti ini sangat jarang, mungkin masih akan ada asteroid serupa yang melintasi Bumi pada 28 September 2017 dan pada 2046, 2097 mendatang.

“Kemungkinan tabrakan dari tiga asteroid di masa mendatang itu kecil, tidak perlu dikhawatirkan. Dan saya yakin pengamatan apapun dapat meminimalkan setiap kemungkinan tabrakan,” kata manajer kantor Studi Objek Dekat Bumi di NASA, Paul Chodas.

Menurut ilmuwan, asteroid 2013 TX68 tersebut mungkin akan meledak di angkasa jika menabrak Bumi, dengan daya ledak dua kali lebih kuat dari ledakan batuan angkasa di langit kota Chelyabinsk, Rusia pada Februari 2013 lalu.

Keterangan gambar: Ilustrasi pembakaran yang terjadi saat asteroid memasuki atmosfer Bumi. (Video screenshot)

Pada 15 Februari 2013 lalu, terjadi ledakan asteroid di atas langit kota Chelyabinsk, Rusia. Itu adalah sebuah  asteroid yang berdiameter sekitar 20 meter besarnya, dengan berat 10.000 ton.

Keterangan gambar: Ilustrasi asteroid 2013 TX68 melintasi Bumi. (Video screenshot)

Gelombang kejut akibat ledakan ketika itu menghancurkan 7000 bangunan, dan ribuan orang terluka. Ilmuwan menemukan lebih dari 100 puing meteorit, salah satu hantamannya menghasilkan sebuah kawah selebar 6 meter di Lake Chebarkul (Danau Chebarkul), Rusia. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular