JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI membantah adanya kabar WNI menjadi korban tewas akibat gempa bumi 6,7 SR yang melanda Taiwan Sabtu (6/2/2016). Sebelumnya ada informasi menyebutkan tiga orang WNI tewas saat gempa melanda kawasan selatan Taiwan itu.

Tim dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Taiwan terus melakukan pemantauan akibat gempa melanda Taiwan itu. Tim KDEI Taipei juga telah berkoordinasi dengan Polisi dan Crisis Centre.

Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (PWNI Kemenlu) RI menyampaikan hingga kini tercatat sebanyak 10 orang WNI menderita korban luka akibat gempa tersebut. Sebelumnya disebutkan sebanyak 7 orang WNI terluka akibat gempa yang merobohkan apartemen dan bangunan di Taiwan.

“Total 10 WNI mengalami luka ringan. Sejauh ini tidak ada informasi WNI korban tewas,” dalam rilis PWNI Kemenlu, Selasa (9/2/2016).

KDEI di Taipei dalam situs resminya melaporkan, sejak 7 Februari 2016 pihak sudah melakukan penyusuran lokasi gempa bumi dengan fokus penyusuran pada Weikuan Jinlong Residential Building yakni apartemen 16 lantai yang roboh. Tim KDEI juga menelusuri sejumlah rumah sakit rujukan korban gempa di Tainan, termasuk melakukan konfirmasi ulang WNI yang sebelumnya mengalami luka ringan.

TIM KDEI membeberkan korban diantaranya terluka dikarenakan kepanikan saat gempa tersebut melanda Taiwan. Salah satunya korban di RS Tainan Xinhua, terdapat 1 WNI bernama Apip karena luka di dagu dan kaki saat awal terjadi gempa, disebabkan kepanikan. WNI lainnya bernama Bingu yang bekerja di pabrik produksi LED hanya terkili pada kakinya, namun hanya dibawa ke panti pijat di sekitar lokasi pabrik.

Tim KDEI juga melaporkan, proses perawatan korban luka ringan akibat gempa bumi di rumah sakit Tainan berlangsung sangat cepat dan tidak memfokuskan pada pendataan secara terperinci. Lamgkah ini dilakukan mengingat banyaknya korban yang harus segera ditangani dan proses pencatatan sejauh ini hanya merekam data ARC dan pengejaan nama pasien saja.

Kepada seluruh WNI di Taiwan maupun di Indonesia, untuk menyampaikan informasi yang bersumber dari keterangan resmi KDEI-Taipei, Pemerintah Taiwan atau Pemerintah Kota Tainan, guna menghindari kesalahpahaman penerimaan informasi.

Data resmi pemerintah menyebutkan, jumlah WNI yang berdomisili di Taiwan berjumlah 250.000 orang sebagai pekerja. Sedangkan 3.500 pelajar dan 4.500 WNI yang menikah dengan warga negara Taiwan. (asr)

Share

Video Popular