Keterangan gambar: Perbandingan ukuran Uranus dengan Bumi. (Wikipedia)

Oleh: Lin Yan

Uranus, adalah planet yang paling unik di tata surya, karena karakteristik dari rotasi, suhu dan atmosfernya yang unik itu tidak sama dengan planet lainnya. Melansir laman The Atlantic, Selasa (2/2/2016) lalu, astronom temukan planet uranus yang kian misterius setelah diteliti lebih mendalam. Misalnya, tidak ada malam hari di musim panas, hanya ada siang hari selama 20 tahun berturut-turut. Musim dingin dan musim panas terbalik, tidak ada siang hari, hanya ada malam hari selama 20 tahun berturut-turut. Sementara di musim semi, hanya ada pergantian siang dan malam selama 17 jam.

Uranus perlu 80 tahun waktu Bumi untuk mengelilingi matahari, dan sumbu rotasinya juga tidak sama dengan planet lainnya, sumbu rotasinya hampir sejajar dengan orbitnya mengitari matahari, dan pada dasarnya hanya mengarah ke matahari di sebelah Utara dan Selatan Kutub.

Sementara itu, medan magnet Uranus biasanya sejalan dengan rotasi planet, namun, sumbu magnetiknya miring hampir 60 derajat dari sumbu planet rotasi. Selain itu, kekuatan medan magnet dari satu medan magnetnya jauh lebih kuat dari medan magnet lainnya, dan menyimpang ribuan kilometer dari pusat. Menurut astronom, medan magnet yang menyimpang mungkin akibat dari cairan ionic dari air atau amonia yang tersembunyi di bawah halimun.

Keterangan gambar: Awan, cincin dan beberapa satelit Uranus yang diamati teleskop Hubble. (Wikipedia)

Keterangan gambar: Cincin Uranus. (NASA)

Uranus memiliki beberapa cincin, dan terbentuk stabil, salah satu diantaranya bahkan bisa “bernapas.” Suatu fenomena siklus yang mengembang dan terkontraksi 5 km yang terjadi selama beberapa jam.

Keterangan gambar: Sistem cincin Uranus. (Wikipedia)

Uranus bukan planet terjauh dari matahari, tapi paling dingin di antara planet lainnya. Ini dikarenakan Uranus hampir tidak menghasilkan panas. Para ilmuwan tidak bisa menjelaskan sebabnya secara pasti, namun, diperkirakan energi panas dari planet tersebut tidak cukup memadai, sehingga menyebabkan suhu rendah di ketinggian atmosfernya itu justru semakin rendah, dan suhu di zona tertinggi dari atmosfernya itu dapat mencapai hingga 500 derajat.

Atmosfernya menunjukkan suatu warna biru kehijauan yang mengerikan, dipenuhi kandungan hidrogen dan helium, selain itu juga kaya akan metana, amonia, air dan hidrogen sulfida. Dan diantaranya itu, gas metana menyerap cahaya merah, sehingga Uranus sekilas terlihat dengan corak warna biru kehijauan.

Uranus memiliki 27 satelit. Nama mereka diambil dari opera karya Shakespeare atau Alexander Pope, seperti misalnya nama “Miranda.” Permukaannya memiliki sejumlah besar lembah dan tanah retak, secara perbandingan, Grand Canyon di AS sangatlah kecil dibandingkan dengannya, Umbriel, selain memiliki sebuah sabuk terang yang misterius, ia juga gelap tak bercahaya, Oberon, dipenuhi dengan kawah, dan satu gunung besar.

Keterangan gambar: Uranus dan satelitnya, “Miranda” (bercak merah sebelah atas) dan “Ariel” (bercak merah sebelah bawah). (NASA)

Menurut laporan terkait, Uranus tidak seperti Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus yang bisa dengan mudah dilihat dengan mata telanjang. Uranus yang unik ini baru ditemukan pada 1789, dan merupakan satu-satunya planet yang namanya diambil dari dewa Yunani oleh ilmuwan Barat (nama planet lainnya diambil dari dewa Romawi).

Hingga detik ini, para ilmuwan masih belum mampu mengamati Uranus dari jarak yang lebih dekat. Salah satu sebabnya karena terlalu jauh (hampir 400 juta kilometer). Bagi wahana antariksa, ini relatif lebih sulit . Kedua, berbagai kondisi dari Uranus ini sulit diduga, misalnya tingkat perubahan suhu, posisi dari masing-masing satelitnya yang mengitari rotasinya, karena itu sulit untuk memastikan wahana antariksa yang bagaimana yang bisa masuk ke orbit Uranus tanpa terpengaruh dari 27 satelitnya itu. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular