JAKARTA –  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan kenaikan nilai komitmen investasi sebesar Rp 206 triliun atau naik 119% dari perio de yang sama tahun sebelumnya. Posisi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan investor tetap tinggi dan iklim investasi tetap kondusif untuk mencapai target realisasi investasi tahun ini di level Rp 545,4 triliun.

Kenaikan  tersebut  merupakan  kontribusi  dari  PMDN sebesar  Rp 38 triliun yang naik 261% dan PMA sebesar Rp 168 triliun yang juga meningkat 101% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BKPM Franky Sibarani menekankan bahwa komitmen investasi yang masuk melalui izin prinsip tersebut menunjukkan bahwa daya tarik untuk berinvestasi di Indonesia masih tinggi. Dia menambahkan, bersamaan perlambatan  ekonomi  serta  berbagai  kesulitan  yang  dialami  oleh  dunia  usaha, namun  investor  yang  ingin  menanamkan  modalnya  di Indonesia  terus  meningkat.

Menurut  Franky,  salah  satu motor  utama  dari kenaikan  komitmen  investasi  yang signifikan adalah  layanan  izin  investasi  3 jam  yang  diluncurkan  oleh  Wakil  Presiden  Jusuf  Kalla  pada tanggal 11 Januari 2016. “Dari nilai komitmen investasi sepanjang bulan Januari yang masuk melalui  izin 3 jam tercatat  7 perusahaan  senilai  Rp 31,8 triliun  atau  setara  dengan  15 %,” jelasnya dalam rilisnya dilansir, Rabu (10/2/2016).

Lebih lanjut  Franky  mengemukakan  bahwa  ke depan  diharapkan  investasi  yang masuk  dari layanan izin 3 jam akan terus meningkat. Hal ini ditandai dengan berbagai kegiatna promosi investasi yang dilakukan baik didalam negeri maupun diluar negeri.

Sementara, dari asal negara PMA, Singapura menduduki peringkat teratas komitmen investasi yang masuk dengan nilai komitmen mencapai US$ 7,5 miliar, kemudian diikuti oleh US$ 2,8 miliar, Korea Selatan US$ 280 juta, Jepang US$ 132 juta dan Malaysia US$ 105 juta. “10 negara prioritas Singapura mencatatkan  komitmen investasi terbesar, tumbuh 413%   untuk periode Januari 2015 – 2016,” ungkapnya.

Dari sisi 10 negara prioritas tercatat komitmen investasi mengalami kenaikan hingga 251%. Bila ditotal 10 negara prioritas ini juga menyumbang 91% dari total komitmen investasi yang masuk ke Indonesia.  “Tim marketing  officer BKPM ditugaskan  untuk mengawal  10 negara prioritas tersebut,” lanjutnya.

Sedangkan  terkait dengan sektor, Franky menggarisbawahi  kenaikan di industri manufaktur. Komitmen   investasi   di   sektor   manufaktur   sebesar   Rp   90   triliun   atau   tumbuh   164% dibandingkan   dengan   periode   sebelumnya.   “Komitmen   di  industri   manufaktur   tersebut porsinya 43% dari total investasi yang masuk di seluruh sektor,” pungkasnya. (asr)

Share

Video Popular