Cahaya kuat dari layar ponsel yang secara langsung memancar ke mata selama lebih dari 30 menit, bisa menyebabkan degenerasi makular, dan memicu penglihatan menjadi buruk dengan cepat, terutama makulopati. Begitu menderita makulopati, ini sama saja dengan (penyakit) kanker mata, dan hanya bisa menunggu kebutaan, karena ilmu kedokteran modern tidak bisa mengobatinya, apalagi menyembuhkannya.

Layar ponsel akan tampak sangat terang dalam kegelapan saat lampu dipadamkan, jika menatapnya dalam jarak dekat, cahaya yang kuat itu akan secara langsung memancar ke mata, dan secara langsung juga akan merusak makula.

Sering mengutak ponsel atau tablet di kegelapan, bukan hanya akan memicu timbulnya degenerasi makula, awalnya akan menyebabkan gejala mata kering, jika serius, maka gejala (penyakit) katarak akan lebih awal menghampiri Anda (menderita katarak), bahkan akan menyebabkan kehilangan penglihatan lalu menjadi buta. Pada awal perubahan patologis, terpaksa harus menjalani terapi dengan laser atau suntikan steroid, baru berpeluang untuk sembuh.

Lima kerusakan terhadap mata akibat penggunaan ponsel yang tidak sebagaimana mestinya.

Menatap ponsel dalam waktu yang lama, adalah suatu kebiasaan yang lumrah bagi orang-orang zaman sekarang. Apalagi anak-anak muda yang nyaris tak pernah lepas dari ponselnya, mereka suka berinteraksi dengan media sosial, main game atau sekadar microblogging di ponsel. Tapi tahu Anda ? Smartphone yang terlihat modis ini akan membuat mata Anda semakin jauh dari kesehatan. Kalau begitu, apa saja bahayanya terhadap kesehatan mata jika menggunakan ponsel dalam waktu yang lama ? Mari kita simak bersama penjelasan singkat berikut ini.

Main game rentan menderita sindrom mata kering

Saat bermain game, cahaya yang terus berkedip di layar ponsel atau komputer itu dapat mengiritasi mata secara berkesinambungan, dan ketika mata terus-menerus menangkap/memandang berkas cahaya-cahaya ini, akan membuat mata merasa sangat lelah. Perhatian yang terlalu fokus, jumlah kedipan mata alami menurun drastis, dan ini akan merusak tear film (suatu lapisan di permukaan bola mata), sehingga memperburuk gejala mata lelah dan kering, gatal bahkan gejala perih, mata berair, fotofobia (rasa tidak nyaman di mata pada cahaya terang), dan gejala lain, hingga pada akhirnya timbul gejala (penyakit) mata.

Mudah memicu mata lelah

Menggunakan fungsi mata itu sendiri dalam waktu lama sudah rentan memicu mata lelah, dan perlu diketahui, bahwa saat menatap secara fokus layar ponsel, maka berkas cahaya yang terus berkedip (berubah) itu akan menyebabkan iritasi berlanjut, ketika mata terus-menerus menatap berkas cahaya ini, akan membuat mata ekstrim lelah. Terutama ketika ruang di sekitarnya gelap, sementara layar ponsel menyala terang, yang justru bisa secara fatal merusak mata, dan jika terus berlanjut, dapat menyebabkan turunnya daya penglihatan, gejala miopia akan semakin parah dan gejala (penyakit) mata lainnya.

Selalu menundukkan kepala sambil mengutak-atik ponsel rentan menderita radang selaput mata

Selalu mengutak-atik ponsel dalam waktu lama, terutama menundukkan kepala sambil menatap ponsel di dalam mobil yang berguncang (jalanan yang tidak rata), dapat merusak selaput mata. Karena posisi kepala yang selalu menunduk statik dalam waktu yang lama, rentan membuat aliran darah menuju ke mata, sehingga menyebabkan hiperemia ringan pada pembuluh darah konjungtiva. Gejala awalnya, mungkin akan membuat kantus (sudut mata) memerah, lembab dan gejala scab (keropeng) pada kelopak mata, jika tidak hati-hati, akan menyebabkan radang kronis pada selaput mata.

Menyebabkan mata kering dan gatal

Layar smartphone umumnya berukuran lebar, resolusi tinggi, jika sering atau terlalu fokus menatap layar ponsel, dimana berkas cahaya yang terus berubah di atas layar ponsel itu dapat menyebabkan iritasi mata secara berkelanjutan. Ketika mata terus-menerus menatap berkas cahaya-cahaya itu, akan menyebabkan kerusakan selaput mata di permukaan bola mata, sehingga akan memperparah gejala mata lelah, kering, gatal, perih, mata berair dan fotofobia dan gejala (penyakit) mata lainnya.

Menyebabkan remaja menderita miopia

Ketika fokus pada game mobile, dimana karena gambar dan huruf pada layar ponsel itu relatif kecil, sehingga tanpa sadar tatapan mata akan semakin dekat dari layar ponsel, lama kelamaan, rentan menyebabkan miopia, terutama anak-anak remaja di bawah usia 18 yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, selain itu, penggunaan ponsel dalam jarak dekat juga akan menimbukan ancaman kesehatan pada mata, karena efek termal yang dipancarkan dari layar ponsel.

Para ahli merekomendasikan beberapa hal berikut yang sebaiknya diperhatikan saat menjelajahi internet dengan ponsel atau PC :

1. Menjaga jarak sekitar 30 cm antara mata dengan ponsel.

2. Intensitas cahaya harus sesuai, sebaiknya dipancar dari sisi sebelah kiri depan, agar bayangan tidak mengganggu garis pandang.

3. Waktu menjelajahi (internet) sebaiknya jangan terlalu lama, jangan berselancar sambil berbaring, istirahat 10 – 15 menit setiap 40 – 50 menit waktu online, pejamkan mata atau memandang jauh ke depan.

4. Jangan biarkan otot mata lelah secara ekstrim atau dalam kondisi tegang dalam waktu lama.

5. Perkuat pelatihan daya pandang, gigih dalam melakukan latihan kesehatan perawatan mata.

6. Perhatikan suplemen gizi, terutama vitamin B dan mineral.

7. Karena anak-anak remaja masih dalam masa pertumbuhan, anjurkan pada mereka sebaiknya menggunakan ponsel dengan fitur yang sederhana dan ukuran layar yang sesuai.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular