Tarian para gadis etnis Dai di Tiongkok. (SHEN YUN PERFORMING ARTS)

Baik itu spirit keramahan kaum perempuan padang rumput Mongolia atau kelincahan maskulin para gembala Yi di pegunungan selatan Tiongkok, pertunjukan perusahaan tarian klasik Tiongkok yang berbasis di New York, Shen Yun Performing Arts, mengangkat beragam tema dari sejarah 5.000 tahun Tiongkok. Shen Yun menggabungkan beragam tradisi dan warisan, termasuk kalangan rakyat jelata dan berbagai kelompok etnis.

Sebagai bangsa yang mencakup wilayah seukuran Eropa, Tiongkok menjadi rumah bagi puluhan etnis dan budaya yang berbeda, dan tanah leluhur dari berbagai etnis yang menyebar ke seluruh dunia pada masa jauh lampau. Hingga hari ini, terdapat 56 kelompok et¬nis yang diakui keberadaannya di Tiongkok.

Setiap tahun, pertunjukan Shen Yun memasukkan unsur tarian rakyat dan etnis yang berasal dari Timur Laut yang luas dan dingin hingga ke perbatasan semi tropis Tiongkok selatan.

“Anda merasa bahwa itu dari Tiongkok. Anda lihat mereka benar-benar menggunakan asal Tiongkok yang sebenarnya,” kata Tibor Pelsozy, seorang penulis dan penari yang dilatih secara klasik dari Hungaria, yang menyaksikan performa Shen Yun di Melbourne, Australia, pada musim tur tahun lalu. “Mereka benar-benar mengekspresikan dirinya, (tradisi) etnis mereka.”

Penonton melihat keaslian di dalam performa Shen Yun yang menyegarkan, dan apa yang mereka rasakan adalah suatu pandangan luar biasa pada Tiongkok yang sesungguhnya.

Arlene Souza, seorang produser televisi yang melihat pertunjukan di Knoxville, Tennessee, Amerika Serikat, menyimpulkan apa yang banyak penonton ungkapkan dari pertunjukan Shen Yun: “Saya berpikir bahwa semangat negara, budaya mereka, tidak boleh diberantas. Budaya suatu negara harus selalu mekar dan tumbuh, dan seharusnya berbagi dengan dunia.”

Menangkap gaya regional

Keahlian Shen Yun dalam tarian klasik Tiongkok, melampaui perbedaan regional dengan pondasi pelatihan yang sistematis dan keterampilan teknis. Melalui teknik ini, penari Shen Yun menggambarkan beragam kesenian tradisional masyarakat yang secara bertahap berbentuk kekayaan warisan budaya Tiongkok di sepanjang zaman.

Etnis minoritas dan cara hidup mereka yang berbeda, mencerminkan perbedaan dalam topografi lokal, iklim, dan tradisi keagamaan. Tentu saja faktor-faktor ini juga tertanam ke dalam gaya tari masing-masing etnis.

Misalnya, tarian etnis Manchuria, program acara yang ditampilkan ulang di setiap musim pertunjukan Shen Yun, figur gadis-gadis penarinya tampak megah dan bermartabat. Para gadis mengenakan regalia putri kekaisaran dan menari dengan gemulai sambil mengenakan “sepatu bunga” yang bersol kecil dengan latar belakang pemandangan Kota Terlarang Beijing yang memesona.

Sebaliknya, baik penari laki-laki maupun perempuan menampilkan gaya Mongolia yang berspirit udara bebas dan kedinamisan, yang mengingatkan kita pada kehidupan bersama dengan kuda dan ternak di padang rumput terbesar di Asia utara.

Dari kehidupan petani di lembah Sungai Huai Tiongkok tengah hadir dengan ikon tarian “ Lentera Genderang Bunga”. Menurut situs Shen Yun, lembah Sungai Huai adalah tempat pencampuran bagi tradisi rakyat Tiongkok utara dan selatan.

Jenis tarian ini “menjadi lebih tegas dan tidak dibatasi seperti di utara, atau elegan dan lembut seperti di selatan”.

Tarian etnis lain yang juga ditampilkan oleh Shen Yun, datang dari selatan dan barat Tiongkok. Di antaranya adalah tarian dari etnis Yi, Qiang, Dai, dan Miao (atau Hmong), serta dari etnis Li yang berada di Pulau Hainan.

Shen Yun dalam menampilkan tarian etnis, sangat memerhatikan aspek penggambaran keberagaman seni dengan spirit etnisitas atau komunitas aslinya. (Ajg)

Pertunjukan keliling dunia Shen Yun Performing Arts tahun 2016 telah dimulai. Untuk mengenal lebih dekat tentang Shen Yun Performing Arts dan budaya Tiongkok yang otentik kunjungi situs berbahasa Indonesia kami: id.shenyunperformingarts.org

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular