Keterangan foto: Menteri Pertahanan AS Ash Carter saat bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi pada 3 Juni tahun lalu. (foto Departemen Pertahanan AS).

Oleh Qin Yufei

Reuters mengutip ucapan seorang pejabat pertahanan AS memberitakan, AS dan India kini sedang mengadakan pembicaraan untuk membahas masalah patroli laut bersama yang wilayahnya meliputi Laut Selatan yang penuh kontroversial.

Pejabat itu mengatakan bahwa masalah patroli bersama sudah dibahas dan kedua belah pihak berharap protoli yang dilakukan di Samudra Hindia dan Laut Selatan itu sudah bisa dimulai pada tahun ini.

Juru bicara Pentagon Bill mengatakan AS dan India terus mengeksplorasi metode untuk memperdalam kerjasama dalam bidang pertahanan, termasuk bidang keamanan laut. Tetapi belum membuat sesuatu keputusan tentang patroli gabungan.

Washington menghendaki sekutunya yang berada di kawasan serta negara-negara Asia lainya lebih bersatu untuk menghadapi aktivisme Partai Komunis Tiongkok/ PKT di Laut Selatan. Beijing membangun pulau buatan di kepulauan Spratly menyebabkan ketegangan di kawasan itu melonjak.

India dan AS dalam beberapa tahun terakhir ini sudah memperkuat hubungan militer. Tahun lalu, mereka juga terlibat dalam latihan perang laut di Samudra Hindia bersama Jepang.

Setelah kapal perusak Angkatan Laut AS memasuki sebuah pulau di Spartly pada Januari lalu, otoritas Tiongkok menuduh Washington dengan menggunakan istilah kebebasan navigasi sebagai alasan untuk memperoleh hegemoni di laut.

Angkatan Laut AS juga menggelar latihan perang di perairan dekat kepulauan Spartly pada tahun lalu.

India mengirim kapal perang ke Laut Selatan

Laporan Reuters menyebutkan bahwa baik India maupun AS mereka tidak menyatakan memiliki kedaulatan atas Laut Selatan, tetapi ketika Obama mengunjungi New Delhi pada Januari tahun lalu, kedua pihak menyatakan dukungan terhadap kebebasan navigasi dan kebebasan terbang.

Obama dan Modi juga sepakat untuk memperluas kerjasama maritim. Lebih dari USD 5 triliun transaksi perdagangan dunia terjadi melalui perairan Laut Selatan setiap tahunnya. Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan semua memiliki kepentingan terhadap jalur transportasi ini dan mereka pun menyatakan memiliki kedaulatan atas bagian dari laut itu.

Sumber pemerintah India mengatakan bahwa pada Desember lalu ketika Menteri Pertahanan India Shri Manohar Parrikar mengunjungi Komando AS di Pasifik, masalah patroli bersama sudah mulai dicetuskan.

India memiliki sengketa perbatasan darat dengan Tiongkok yang sudah terjadi sejak lama. Namun kedua pihak bisa mengesampingkan perselisihan demi kepentingan hubungan ekonomi.

Tetapi, seperti yang diungkapkan oleh seorang komandan Angkatan Laut India, India telah memperkuat Angkatan Laut mereka di luar Samudra Hindia termasuk menempatkan kapal perang di Laut Selatan. Hal ini bahkan tidak pernah terjadi sebelumnya.

India Beraliansi dengan Vietnam

Komandan AL tersebut kepada Reuters mengungkapkan bahwa perairan Laut Selatan yang sering dilalui oleh kapal perang India adalah perairan Vietnam. Vietnam belakangan ini berusaha untuk memperkuat Angkatan Laut mereka untuk bersiaga menghadapi konflik laut dengan Tiongkok.

India telah memperoleh pinjaman sebesar USD 100 juta dari Hanoi yang dipergunakan untuk pengadaan kapal patroli dan keperluan pendidikan pasukan kapal selam mereka. Hanoi juga mengijinkan India untuk memanfaatkan lokasi pengeboran minyak Vietnam di Laut Selatan. Tetapi lokasi tersebut masih dipersengketakan antara Tiongkok dengan Vietnam.

Pejabat India mengatakan, Patroli bersama antara India dengan AS tersebut merupakan rencana jangka panjang. Pemerintah Filipinna juga meminta AS untuk berpatroli di Laut Selatan bersama mereka, diplomat AS dalam masalah ini mengatakan bahwa kemungkinan untuk itu sangat besar. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular