JAKARTA – Survei Neilsen Indonesia membeberkan pertumbuhan belanja iklan koran di Indonesia pada kuartal empat tahun 2015 menunjukkan pergerakan yang positif, yaitu tumbuh sebesar 1%. Walaupun angka pertumbuhan tahunan masih menurun sebesar -4%, namun kecenderungannya sudah membaik dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya.

“Total belanja iklan koran di akhir tahun 2015 mencapai Rp30,8 Triliun,” tulis siaran pers Nielsen dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Menurut Survei, sedikit berbeda dengan iklan televisi yang lebih banyak didominasi oleh iklan produk-produk konsumsi (FMCG-Fast Moving Consumer Goods), iklan di koran lebih banyak didominasi oleh iklan layanan jasa atau produk konsumen selain makanan. Untuk belanja iklan di koran, iklan dari kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik berada di urutan pertama dengan nilai belanja iklan mencapai Rp5,3 Triliun, jumlah yang sangat besar bahkan melebihi belanja iklan kategori apapun di televisi.

Kategori ini juga mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 8%. Di urutan berikutnya dengan selisih cukup jauh adalah iklan Korporasi dan Layanan Sosial yang mencapai Rp2,3 Triliun, kemudian diikuti oleh kategori Real Estate dan Perumahan yaitu mencapai Rp1,8 Triliun.

Proporsi belanja iklan dari kategori Pemerintah dan Organisasi Politik lebih besar di koran dibandingkan dengan yang di televisi, yaitu mencapai 73%. Aktivitas-aktivitas politik yang terjadi secara berkala diduga menjadi pendorong tumbuhnya kategori ini.

Belanja iklan dari Pemerintah Daerah meraih porsi belanja iklan terbesar yaitu mencapai 68% dari total belanja iklan Pemerintah dan Organisasi Politik atau setara dengan Rp3,1 Triliun. Adapun belanja iklan partai politik dan institusi politik mencapai sekitar Rp529 Miliar. Di samping itu, belanja iklan dari Kementrian mengalami peningkatan yang tinggi dibandingkan dengan tahun lalu yaitu tumbuh sebesar 62%.

Untuk iklan Pemerintah Daerah, jenisnya didominasi oleh artikel atau advertorial  yang mencapai 56% dari keseluruhan iklan yang dipasang oleh Pemerintah Daerah. Sisanya berupa ucapan selamat (Congratulations Ad)sebesar 15%, pengumuman sebesar  14%, dan pemberitahuan acara spesial sebesar 12%.

Pemerintah Daerah yang mempunyai belanja iklan paling tinggi adalah Pemda Riau dengan nilai belanja mencapai Rp569 Miliar untuk sepanjang tahun 2015, kemudian disusul oleh Pemda Kalimantan Timur yang mencapai Rp534,8 Miliar. Dibandingkan dengan tahun lalu, keduanya tumbuh positif sebesar masing-masing 22% dan 72%. Di urutan ke tiga dengan selisih cukup jauh adalah Pemda Kepulauan Riau yang mencapai Rp341 Miliar dan tumbuh sebesar 15%.

Belanja iklan Kementrian yang meningkat cukup tinggi dibandingkan dengan tahun lalu didorong terutama oleh Kementrian Pariwisata yang tumbuh sebesar 2.627% hingga mencapai Rp5,4 Miliar. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pemerintah memperkuat komitmennya untuk menggerakkan pariwisata di Indonesia melalui strategi promosi beriklan. Hal  ini juga direspon positif oleh pelaku industri, terlihat dengan adanya peningkatan belanja iklan dari kategori Hotel dan Restoran yaitu sebesar 16%.

Informasi belanja iklan dikumpulkan dari data Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Mencakup 15 stasiun TV, 101 surat kabar dan 133 majalah dan tabloid. Semua angka didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon dan promo. (asr)

Share

Video Popular