Keterangan foto: Ri Yong-gil (kiri) dan Kim Jong-un (kanan). (foto KNS/AFP/Getty Images)

Kantor berita Korea Selatan Yonhap, Rabu (10/2/2016) memberitakan bahwa Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Korea Utara Jenderal Ri Yong-gil telah dieksekusi oleh Kim Jong-un. Ri adalah jenderal senior Korea Utara kedua menyusul Hyon Yong-chol yang di-meriam pada tahun lalu.

Laporan menyebutkan, Jenderal Ri Yong-gil telah dihukum mati pada bulan ini atas tuduhan korupsi dan kasus lainnya.

Menurut informasi yang terhimpun bahwa Jenderal Ri Yong-gil sebelumnya adalah seorang Komandan Corp 5 tentara garnisun di Gangwon. Awal 2013 ia ditunjuk sebagai Kepala Staf Umum Biro Operasi, kemudian pada Agustus tahun yang sama sampai akhir hayatnya ia menjabat sebagai Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Korea Utara menggantikan kedudukan Kim Kyok-sik. Selama ini, ia sering terlihat menggunakan lencana jenderal dalam kegiatan resmi, dan media pun memposisikan kedudukannya berada di depan Menteri Tentara Rakyat Korea Utara Jang Jong-nam.

Menurut laporan Yonhap, pejabat berwenang Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan dalam rapat kerja tertutup dengan komite intelijen parlemen yang diadakan pada 13 Mei 2015 mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan Tentara Rakyat Korea Utara Jenderal Hyon Yong-chol telah dieksekusi dengan tembakan meriam di depan ratusan orang yang sengaja diundang untuk menyaksikan hukuman itu.

Laporan menyebutkan bahwa Hyon Yong-chol dituduh mengkhianati negara karena mengantuk di saat militer mengadakan kegiatan pada 24-25 April 2015. Ia juga dituduh tidak setia karena berani membantah ucapan Kim Jong-un. Dengan alasan itulah Hyon dieksekusi di halaman Akademi Militer Jiang Jian, Pyongyang 2-3 hari sesudahnya.

Para analis intelijen nasional Korea Selatan percaya bahwa eksekusi terhadap Hyon dilakukan karena ketidakpercayaan Kim Jong-un kepada pejabat intinya semakin tinggi, sehingga ia menerapkan pemerintahan teror untuk menakut-nakuti pejabat terasnya. Namun di sisi lain juga mencerminkan bahwa jumlah pejabat teras yang meragukan kepemimpinan Kim Jong-un terus bertambah.

Pengeksekusian Hyon tahun lalu itu juga merupakan upaya Kim Jong-un untuk membersihkan oposisi dari partai.

Sumber-sumber intelijen Korea Selatan mengatakan, sejak Kim Jong-un berkuasa sudah 72 orang pejabat tingkat tinggi yang telah diberhentikan dari jabatan mereka. Namun, hal yang di luar dugaan orang adalah pamannya sendiri Jang Sung-taek yang menjabat sebagai Wakil Komisi Nasional Pertahanan Korea Utara saat itu juga dieksekusi mati pada Desember 2013. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular