Oleh Wan Ping

Menteri Luar Negeri AS John Kerry di kota Munich Jerman pada Jumat (12/2/2016) pukul 00.00 waktu setempat, kepada pers mengatakan bahwa baik AS, Rusia maupun negara besar lainnya sudah sepakat untuk mencari jalan keluar agar bentrokan senjata di Suriah dapat berakhir dalam seminggu ini. Selain itu juga membuat pasokan bantuan kemanusiaan bisa segera tiba di daerah yang terkepung.

AFP mengutip ucapan John Kerry memberitakan, 17 negara yang berpartisipasi dalam pertemuan kelompok kerja Munich semua sepakat untuk membuat gencatan senjata terjadi dalam seminggu ini. selain itu juga mempercepat dan memperluas pengiriman bantuan kemanusiaan ke penduduk yang negaranya dilanda perang.

Kerry juga mengatakan, pembicaraan damai antara tentara pemberontak dengan pemerintah Suriah harus sesegera mungkin untuk dimulai kembali di Jenewa. Reuters mengutip ucapan Kerry melaporkan bahwa gencatan senjata tidak berlaku untuk IS dan kelompok militan lainnya yang berperang di Suriah.

Sejumlah pejabat negara sedang mengadakan pertemuan tertutup di Munich untuk berunding demi gencatan senjata di Suriah. Dilaporkan bahwa Rusia sebelumnya sudah mengusulkan untuk mengakhiri aksi militer mereka di Suriah pada Maret mendatang. Namun AS khawatir bahwa otoritas Moskow mungkin akan mempercepat pembersihan terhadap oposisi pemerintah Suriah dalam 3 minggu ke depan, sehingga meminta Rusia untuk segera menarik pasukannya dari Suriah.

Minggu lalu, akibat pasukan pemerintah Suriah yang dilindungi pasukan Rusia menyerang wilayah Aleppo yang dikuasai oleh pasukan pemberontak, telah menyulut kemarahan dan menyebabkan kaum pemberontak meninggalkan meja perundingan yang sedang diadakan di Jenewa. Selain itu, sekitar 40.000 warga mengungsi ke daerah perbatasan dengan Turki dan bermukim di alam terbuka yang dingin.

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan bahwa hanya dengan Rusia menghentikan serangan udara ke Suriah, tidak lagi mendukung pasukan pemerintah menyerang pasukan pemberontak, harapan gencatan senjata Suriah baru bisa menjadi kenyataan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular