- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Kejayaan Twitter Mulai Pudar ? Pertumbuhan Pengguna Baru Stagnan

Media sosial Twitter yang digandrungi kalangan wartawan, politisi dan selebriti kini kena batunya. Pengguna barunya mengalami stagnasi pada kuartal keempat 2015, imbasnya harga saham perusahaan merosot 13% pada Afterhours trading (perdagangan setelah penutupan bursa) pada Rabu (10/2/20106) lalu.

Melansir laman “Business Insider”, Rabu, 10 Februari 2016, harga saham Twitter telah turun drastis, dari indeks tingginya 52 pekan sebelumnya kini merosot lebih dari 70%. Twitter pada kuartal keempat 2015, jumlah akun bulanan aktif twitter pada kuartal keempat 2015 lalu sebesar 320 juta, lebih rendah 323 juta dari prediksi analis.

Sisi kinerja sebesar US$ 710 juta, meningkat 48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu ; laba per saham sebesar US$ 0,16 setelah dikoreksi ; sementara untuk kinerja pada kuartal pertama tahun 2016 adalah US$ 610 juta, namun masih lebih rendah US$ 629 juta dari perkiraan analis di Wall Street Exchange.

Angka pertumbuhan pengguna Twitter stagnan pada kuartal keempat 2015, pengguna di Amerika Serikat saja menyusut menjadi 65 juta dari 66 juta pengguna aktif sebelumnya. Secara global, pengguna aktif Twitter di seluruh dunia menyusut dari 307 juta menjadi 305 juta pada kuartal ketiga akhir tahun 2015 lalu.

Dalam dokumen Twitter yang ditujukan kepada investor disebutkan, bahwa turunnya jumlah pengguna Twitter di kuartal keempat itu disebabkan tren musiman, selain itu, perihal terkait kini dalam pemulihan. “Kami melihat jumlah akun aktif pada Januari tahun ini telah kembali ke tingkat seperti kuartal ketiga, dan seiring dengn berjalannya waktu, kami yakin tren jumlah pengguna akan terus berlanjut.”

Agar bisnis perusahaan kembali ke jalur semestinya, Twitter telah menetapkan lima kebijakan, antara lain kenyamanan dan kelancaran layanan, peningkatan fitur video broadcast dan sebagainya. Namun, Wall Street tetap saja khawatir hari-hari Twitter yang paling gemilang itu telah pudar, karena penggunanya telah berpaling ke Instagram, Path, Snapchat, Periscope, Line dan WhatsApp. Harga saham Twitter yang terus tergelincir, mungkin akan menjadi menjadi objek akuisisi. (Jhon/asr)