Kemoterapi kanker paru-paru tergolong dalam metode pengobatan seluruh badan, yaitu metode pengobatan utama kanker paru-paru sel kecil, yang juga diterapkan dalam kanker paru-paru non sel kecil stadium I-IV. (IStock)

Setelah didiagnosis kanker paru-paru, berikutnya adalah “pengobatan kanker paru-paru.” Pengobatan yang akan dilakukan terhadap kanker paru-paru ini mungkin termasuk : operasi, kemoterapi, radioterapi, targeted therapy (pengobatan yang ditujukan pada proses spesifik dari pertumbuhan sel kanker), atau terapi kombinasi dari metode yang disebutkan ini. Kemoterapi di antaranya ini tergolong cara pengobatan seluruh badan, yaitu metode pengobatan utama kanker paru-paru sel kecil, yang juga diterapkan dalam kanker paru-paru non sel kecil stadium I-IV.

Menurut hasil diagnosa dari jenis kanker paru-paru, tahapan, analisis dan deteksi molekuler, spesialis onkologis atau onkolog akan menentukan skema pelaksanaan secara spesifik terkait dosis kemoterapi bagi pasien, membasmi sel-sel kanker dengan obat-obatan atau menghentikan pembelahan sel kankernya, untuk mencegah pertumbuhan sel kanker. Untuk mengatasinya, dokter mungkin hanya akan memberi resep berupa obat kemoterapi, atau mungkim juga kombinasi dari beberapa jenis obat terapi, dan metode terakhir ini disebut kemoterapi gabungan. Pada umumnya, kemoterapi akan dibagi beberapa “tahap kemoterapi,” setiap setelah selesai tahapan kemoterapi rata-rata akan pulih dalam beberapa waktu. Dan rencana kemoterapi pertama yang akan dijalani pasien ini adalah “first-line treatment (terapi lini pertama)”. Jika terapi lini pertama ini tidak efektif, maka akan dialihkan ke metode kemoterapi gabungan lainnya, yakni “terapi lini kedua”.

Obat kemoterapi biasanya berupa tablet oral, atau injeksi intravena (suntikan di dalam pembuluh darah balik). Jika obat kemoterapinya berupa injeksi intravena, dokter mungkin akan menyarankan pada pasien untuk mempertahankan titik (bekas suntikan) intravena permanen, yang terletak di bawah kulit dekat tulang selangka. Melalui titik suntikan ini akan memudahkan obat kemoterapi meresap ke dalam darah, dan berefek sebagai pelindung terhadap brachial vein atau vena lengan. Jika kemoterapi dengan obat/tablet oral, pasien bisa minum obat terkait di rumah menurut keterangan atau petunjuk dokter onkologi tentang cara dan waktu minum (obat).

Kemoterapi kanker paru non-sel kecil

Saat kemoterapi untuk pengobatan kanker paru-paru non sel kecil, obat kemoterapi digunakan sebelum atau setelah operasi. Kemoterapi sebelum operasi disebut neoadjuvant chemotherapy (terapi neoadjuvan), untuk menyusutkan/ mengecilkan kanker /tumor primer, untuk memastikan kenyamanan dan efektivitas operasi. Terapi Neoadjuvan biasanya digunakan untuk kanker paru-paru stadium IIIA. Dokter akan menggunakan obat ini sebelum operasi, untuk membunuh sel-sel kanker di kelenjar getah bening dada. Setelah kemoterapi neoadjuvan, kemudian akan dilanjutkan dengan operasi, lalu kemoterapi secara berulang. Pasca operasi, dilanjutkan dengan proses kemoterapi yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker yang belum/tidak terbasmi selama operasi atau sel kanker yang menyebar dari area tumor.

Jika itu adalah kanker paru-paru non-sel kecil stadium akhir dan tidak dapat dihilangkan dengan operasi, maka dokter onkologi akan menggunakan sejumlah obat kemoterap, mencoba semaksimal mungkin untuk membunuh sel-sel kanker atau mengendalikan pertumbuhan tumor. Beberapa metode kemoterapi rata-rata cocok diterapkan untuk pengobatan kanker paru-paru non-sel kecil. Dan kemoterapi-kemoterapi ini biasanya digunakan dalam pengobatan kanker paru-paru non sel kecil stadium III – IV.

Kemoterapi kanker paru sel kecil

Karena pada saat diagnosis, kanker paru-paru biasanya telah menyebar ke bagian luar paru-paru, sehingga tujuan dari kemoterapi ini adalah membasmi sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian anggota tubuh lain. Kemoterapi memiliki banyak jenis yang berbeda (kemoterapi oral atau injeksi intravena), dokter akan menggunakan cara pengobatan yang cocok dengan pasien. Umumnya, obat kemoterapi kanker yang berbasis logam platinum seperti cisplatin atau carboplatin, telah terbukti sebagai cara pengobatan yang paling efektif dalam mengobati kanker paru-paru sel kecil.

Efek samping kemoterapi

Kemungkinan efek samping dari kemoterapi tergantung pada jenis pengobatan (kemoterapi) dan waktu keberlangsungan dari pengobatan terkait, selain itu juga tergantung reaksi dari tubuh pasien terhadap obat kemoterapi. Adapun efek samping itu antara lain : badan lelah, merasa lemah tak bertenaga, mual, muntah, rambut rontok, menurunnya neutropenia (kekurangan sel darah putih) meningkatkan risiko infeksi, menurunnya eritropenia meningkatka risiko anemia, perubahan kulit dan kuku, gangguan saraf perifer yang memicu tangan dan kaki kesemutan, terbakar, lemah atau mati rasa. Selain itu, kemungkinan efek samping dari kemoterapi yang berlangsung lama antara lain, menopause, infertilitas, kerusakan pada fungsi jantung dan paru-paru, nekrosis dan kerapuhan pada tulang.(Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular