JAKARTA – Adanya gangguan jaringan telepon dan fiber optik sebelum gempa, menyebabkan komunikasi sulit memperoleh informasi dampak gempa 6,6 SR di Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setelah dilakukan perbaikan, saat ini komunikasi sudah dapat dilakukan dengan Waikabuba.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan informasi sementara dari BPBD Sumba Barat kondisi Waikabuba aman. Listrik sudah menyala kembali. Dia mengatakan, hingga kini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan.

Tim selanjutnya akan dilakukan pemantauan oleh BPBD dan aparat lain untuk melakukan kaji cepat. Masyarakat sudah kembali ke dalam rumah, meskipun beberapa kali terjadi guncangan akibat gempa susulan. Informasi terkini terkait dengan gempabumi berkekuatan 6,6 SR pada Jumat (12/2/2016) kemaren dengan kedalaman 10 km dan berada pada 14 km barat daya Sumba Barat, sebagai berikut:

  • Terasa sangat kuat selama 20 detik di Kabupaten Sumbawa belum ada laporan dampak
  • Terasa cukup kuat selama 3 detik di Denpasar dan Kintamani tidak ada laporan dampak
  • Terasa sangat kuat selama 10 detik di Sumba Barat Daya namun belum ada laporan dampak
  • Terasa sangat kuat 10 detik di Kab. Sumba Barat namun sampai saat ini belum ada informasi terkait dampak.

Sebelumnya BMKG telah melaporkan terjadi gempa 6,6 SR pada Jumat (12/2/2016) pukul 17.02 Wib. Pusat gempa di darat yaitu 14 km Barat Daya Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Pusat gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 10 km. Gempa ini tidak menimbulkan tsunami. (asr)

Share

Video Popular