Keterangan foto: Dari seluruh Penduduk dunia, kira-kira 10%nya adalah “kidal”, mereka itu antara lain Obama, Angelina Jolie, Bill Clinton dan Justin Bieber. (wikipedia)

Erabaru.net. Orang ‘kidal’ kalau dibandingkan dengan orang yang biasa menggunakan tangan kanan masih termasuk sedikit.

Dari jumlah total penduduk dunia, kira-kira 10%nya adalah”orang kidal.” Hasil studi menunjukkan, para tokoh luarbiasa di berbagai bidang, orang kidal justru menduduki prosentase yang tinggi.

Tokoh-tokoh seperti Churchill, Napoleon, Obama, Bill Clinton, Newton, Einstein, Madam Curie, Leonardo da Vinci, Picasso, Beethoven, Charlie Chaplin, Angelina Jolie, Bill Gate, Tom Cruise dan lain-lain, memiliki satu kesamaan yaitu mereka adalah “kidal.”

Lalu bagaimana terbentuknya “kekidalan?”

Para ilmuwan mengamati kegiatan janin di dalam rahim, terungkap bahwa tangan yang lebih sering berada di dekat mulut, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk berkembang menjadi tangan yang biasa dipakai.

Atau mengamati perilaku janin menghisap jari tangan di dalam Rahim. Menemukan yang sering menghisap ibu jari tangan kanan hampir 100% akan terbiasa menggunakan tangan kanan, yang sering menghisap ibu jari tangan kiri setelah besar kira-kira 2/3nya menjadi yang terbiasa menggunakan tangan kiri.

Sedangkan kebiasaan menggunakan tangan sudah menetap pada usia kira-kira 3 tahun bagi anak kecil.

Penyebab terjadinya kekidalan sampai sekarang masih teka-teki, para ilmuwan secara susul-menyusul mengemukakan berbagai hipotesa.

Teori ketidakseimbangan hormon

Janin yang terkena hormon secara tidak seimbang, dapat mempengaruhi manifestasi gen yang berhubungan dengan pengendalian gerak tangan.

Bila janin laki-laki dalam kandungan bersentuhan secara berlebihan dengan hormon estrogen, kemungkinan kelak untuk berkembang menjadi orang kidal akan meningkat.

Pertumbuhan vestibular system yang tidak simetris

Letak janin pada masa hamil tua dan posisi janin ketika dilahirkan, semuanya berhubungan dengan kebiasaan memakai tangan setelah dewasa.

Karena letak janin yang tidak seimbang, menyebabkan syaraf vestibule di dalam kedua telinga yang mengendalikan perasaan keseimbangan tubuh manusia, menerima rangsangan yang tidak sama, sehingga menyebabkan perkembangan sepasang tangan yang tidak sama.

Pengaruh gelombang ultra sonik

Pemeriksaan ultra sonografi merupakan alat yang penting untuk pemeriksaan pada masa kehamilan, hasil penelitian menemukan bahwa apabila ibu hamil menerima pemeriksaan ultra sonografi dalam jumlah yang agak banyak, maka kamungkinan janin yang dilahirkan lebih sering terbiasa menggunakan tangan kiri.

Gen “orang kidal”

Pada tahun 2007 para ilmuwan menemukan sebuah gen dengan nama LRRTM1 (Leucine-rich repeat trans-membrane neuronal protein 1) yang terletak pada kromosom 2.

Gen tersebut memiliki fungsi untuk mengatur otak kiri dan otak kanan untuk melaksanakan fungsi tertentu.

Percobaan pada tikus juga menemukan bahwa gen tersebut dapat mempengaruhi pemisahan, penggabungan dan pertumbuhan syaraf pada berbagai wilayah otak bagian depan, thalamus, hippocampus dari janin.

Terbukti bahwa SNP (single nucleotide polymorphism) dari gen tersebut berhubungan dengan kebiasaan menggunakan tangan kiri.

Gen tersebut baru dapat bermanifestasi apabila diturunkan dari ayah, hal ini mengisyaratkan bahwa kebiasaan menggunakan tangan diturunkan dari gen sang ayah.

Rahasia kemenangan “orang kidal”

Beroperasinya otak besar manusia sangatlah rumit, konstruksinya dapat dibagi ke dalam dua belahan otak besar.

“Otak besar belahan kiri” selain mengendalikan fungsi faal di bahasa, tulisan, logika, berhitung dan lain-lain, juga bertanggung jawab mengendalikan aktifitas tubuh bagian kanan.

Sedangkan “otak besar belahan kanan” mengendalikan fungsi yang berhubungan dengan kesenian, daya cipta dan perasaan, juga menguasai aktifitas tubuh belahan kiri.

Penyebab olahragawan kidal lebih sering menang dalam kompetisi adalah dikarenakan dalam latihan 90% kemungkinannya akan menghadapi lawan yang menggunakan tangan kanan, olahragawan kidal sudah jauh lebih bisa menyesuaikan diri dengan lawan yang tidak simetris.

Sebaliknya, olahragawan yang biasa menggunakan tangan kanan ketika berlatih hanya memiliki kemungkinan untuk berlatih bersama olahragawan kidal sebesar 10% saja.

Dengan demikian ketika pemain yang kebiasaannya menggunakan tangan yang berbeda berjumpa dalam kompetisi resmi, olahragawan kidal biasanya sudah lebih terbiasa dengan situasi kompetisi sehingga dapat memperoleh kemenangan.

Orang kidal selain lebih unggul dalam arena olahraga, keberhasilan dalam bidang musik, kesenian dan karya tulis manifestasinya juga lebih unggul daripada orang yang terbiasa menggunakan tangan kanan.

Selain itu, kebiasaan menggunakan tangan yang berbeda, juga dapat mempengaruhi pengertian terhadap hubungan bahasa dan ruang.

Para ilmuwan menemukan, orang yang biasa menggunakan tangan kanan ketika menghadapi gambar terintegrasi maka syaraf otak kanan akan diaktifkan, namun ketika akan menganalisa lebih lanjut detail gambar, sebaliknya justru akan mengaktifkan belahan otak kiri.

Sedangkan pola orang kidal menggunakan otak besarnya justru adalah sebaliknya. Mungkin ini merupakan penyebab orang kidal memiliki keberhasilan yang luar biasa dalam bidang kesenian. (pur/whs/rmat)

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular