Oleh: dr. Soe Hyo – Seok

Pilek adalah salah satu penyakit akut yang paling umum. Ketika terserang, tubuh kita akan merasa dingin, hidung mengeluarkan ingus, serta batuk dan bersin untuk mencegah lendir hidung memasuki paru-paru.

Pilek sering kali disertai dengan sakit tenggorokan (faringitis akut) akibat peradangan faring, yang berupa rongga membran berlapis yang menghubungkan mulut dan hidung dengan kerongkongan. Gejala-gejala sakit tenggorokan sangat mirip dengan gejala radang amandel (tonsilitis).

Tonsilitis adalah peradangan akut yang umumnya terjadi pada amandel palatina, yang terletak di kedua sisi akar lidah di bagian belakang mulut. Amandel adalah kelenjar getah bening yang merupakan baris pertama perlindungan kekebalan tubuh.

Tubuh manusia sebenarnya memiliki lima amandel. Amandel faring atau adenoid terletak di bagian atas tenggorokan di mana ia membuka ke arah rongga hidung. Dua lainnya adalah amandel lingual, yang merupakan tempat berkumpulnya jaringan pada permukaan dasar lidah.

Mirip halnya dengan gejala pilek, gejala tonsilitis akan menghilang dalam waktu satu atau dua minggu tanpa perlu perawatan khusus, kecuali ada semacam komplikasi. Karena penyakit ini akan hilang dengan sendirinya, maka orang cenderung menganggap tonsilitis dan pilek biasa sebagai penyakit sepele dan mengabaikannya. Akan tetapi selalu ada alasan mengapa tubuh manusia menampilkan gejala tertentu.

Kesamaan lain antara pilek dan tonsilitis adalah penyebabnya. Gagalnya fungsi paru-paru bekerja normal akan mengarah pada degradasi sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh rentan terhadap infeksi.

Manfaat kesehatan amandel

Kondisi kesehatan amandel dapat dihitung berdasarkan seberapa sering mereka bengkak.

Mereka yang sering mengalami pembengkakan amandel mendapatkan nilai 50 dari 100, sementara mereka yang menderita demam biasa, tonsilitis, atau bronkitis dua atau tiga kali setahun mendapatkan nilai 70. Mereka yang tidak pernah menderita penyakit tersebut atau pembengkakan amandel mendapatkan nilai 100.

Ketika amandel sehat dan kuat, akan menghasilkan limfosit (sejenis sel darah putih) yang berlimpah, yang membantu menangkal patogen dalam rongga mulut dan saluran pernapasan.

Namun limfosit yang diproduksi oleh amandel yang lemah tidak berhasil memerangi patogen, sehingga menghasilkan perpanjangan gejala. Disaat terserang masuk angin, tubuh akan menghasilkan panas dalam bentuk demam, mengaktifkan batuk, dan meningkatkan jumlah sel-sel kekebalan tubuh yang diproduksi untuk memerangi unsur menular.

Ketika gejala tonsilitis termanifestasi, itu berarti limfosit yang ada di amandel menghasilkan peradangan karena melawan patogen. Manifestasi pembengkakan amandel (berupa seperti sulit menelan air liur, nyeri tubuh, dan sakit berdenyut-denyut) dan demam tinggi adalah indikasi dari perlawanan tersebut.

Pencegahan dan pengobatan

Dengan mencegah pilek biasa, mungkin dapat mencegah tonsilitis serta asma dan rhinitis (radang selaput lendir hidung).

Namun, banyak obat yang dirancang untuk menghilangkan gejala hanya dalam jangka pendek dan tidak membantu dalam jangka panjang. Meskipun minum obat penurun panas dan anti biotik dapat menyingkirkan gejala tersebut dengan efektif, akan tetapi penggunaan yang berulang dapat menyebabkan pilek menjadi lebih parah akibat menurunnya kemampuan penyembuhan diri tubuh. Karena pilek biasa merupakan hasil masalah pada kekebalan, maka penting untuk mencegahnya dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda menderita pilek disertai demam, sakit tenggorokan, atau radang amandel, pembengkakan amandel, maka kondisi ini disebut hipertrofi. Pengobatan Barat dalam mengatasi pembesaran amandel yang berulang dan seringnya timbul tonsillitis, yakni dengan pengangkatan tonsil palatina, karena beranggapan bahwa tiga amandel yang tersisa dapat mengompensasi kerugiannya.

Namun pendapat saya adalah, invasi oleh patogen akan menjadi lebih mudah setelah tonsilektomi, karena tonsil palatina adalah baris pertama kunci pertahanan bagi sistem kekebalan tubuh. Di sisi lain, seandainya amandel yang membengkak tidak diangkat, melainkan mencari penyebab pembengkakan dan diobati, maka akan memungkinkan untuk mengembalikan kesehatannya.

Jika amandel sehat dan tidak bengkak selama dua sampai tiga tahun, hipertrofi akan hilang. Amandel yang sehat juga akan mencegah datangnya pilek disertai demam, dan tidak mudah menjadi bengkak. Hal ini pada gilirannya berpengaruh besar pada risiko pneumonia dan membantu mencegah pneumonia yang disebabkan oleh infeksi jenis bakteri tertentu selama empat sampai lima dekade berikutnya.

Memang benar jika memotong amandel palatina, Anda tidak akan mengalami gejala yang merugikan de-ngan segera, dan meskipun Anda mungkin merasa lebih nyaman setelah melakukan operasi amandel (tonsilektomi), namun dalam jangka panjang, operasi amandel bukanlah pilihan yang tepat, tidak hanya demi amandelnya, tetapi juga untuk kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Dalam kebanyakan kasus, operasi amandel dilakukan selama masa kanak-kanak, dan pasien tidak mengalami kerugian yang signifikan karena tidak adanya amandel (tonsil) karena kekebalan mereka cukup baik selama tahap kehidupan saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu, kekebalan mereka akan lebih cepat menurun.

Secara khusus, pada usia pertengahan, ketika fungsi paru menurunkan akibat akumulasi zat beracun, itu hanya mungkin untuk menangkal pneumonia yang disebabkan oleh bakteri bacillus apabila amandel palatina dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, sangat penting menahan diri untuk tidak menjalani operasi amandel tanpa melalui pertimbangan yang matang.

Tenggorokan merupakan jalur penting bagi paru-paru dan jantung, serta sesuai memiliki sejumlah besar kelenjar getah bening. Pengangkatan amandel, yang ingin dilakukan oleh sebagian orang hanya karena menderita beberapa serangan pembengkakan dan ketidaknyamanan, akhirnya dapat menyebabkan asma dan radang paru-paru 40 tahun kemudian karena amandel tidak melindungi mereka dan mencegah masuknya patogen ke paru-paru.

Membentengi imunitas

Ketika masih muda, nilai kesehatan amandel saya hanya sekitar 50 dan sering menderita radang amandel, yang setiap kali disertai dengan dingin yang tak tertahankan. Penelitian saya diawali untuk menemukan obat bagi penyakit tonsilitis saya, dan sebagai hasilnya beberapa dekade kemudian, saya bisa mengembangkan obat herbal Korea yang membersihkan paru-paru secara menyeluruh, dengan demikian memulihkan kesehatan amandel.

Membersihkan paru-paru mengakibatkan normalisasi pada fungsi alveoli, kantung udara di paru-paru di mana darah mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida. Membersihkan paru-paru juga mengarah pada fortifikasi limfosit, dan ukuran amandel saya yang telah membesar tiga sampai empat kali dari ukuran biasa, kini kembali normal.

Saya juga mampu mencegah pilek yang disertai dengan demam, dan sangat mudah mengatasi sakit tenggorokan yang sesekali datang. Skor kesehatan amandel saya sekarang 100.

Membersihkan paru-paru adalah metode terbaik untuk mencegah tidak hanya masuk angin, tetapi juga tonsilitis, karena paru-paru bersih membentengi sistem kekebalan tubuh dan menangkal patogen yang menyerang tubuh.

Hipokrates mengatakan, “Kekuatan penyembuhan alami berada di dalam diri kita adalah kekuatan terbesar untuk mendapatkan kesehatan.”

Tidak mungkin untuk benar-benar mencegah atau pulih dari penyakit kecuali kekebalan tubuh telah dipulihkan sepenuhnya. Setelah kekebalan diperkuat dengan mengembalikan kesehatan amandel, melalui penguatan fungsi paru-paru, adalah mungkin untuk mencegah dan menyembuhkan sepenuhnya tidak hanya pilek biasa, tetapi juga berbagai penyakit pernapasan akut lainnya yang disebabkan olehnya. (Ajg)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share

Video Popular