Robot resepsionis sedang menyapa karyawan hotel yang menunjukkan bagaimana cara check in di Henn-na Hotel (Hotel Aneh) di Sasebo, barat daya Jepang. (SHIZUO KAMBAYASHI / AP)

Kita mengetahui bahwa dunia kita akan menjadi lebih otomatis di tahun-tahun mendatang. Tetapi dalam hal otomatisasi, Jepang tampaknya harus lebih memperhitungkan setengah dari pekerjaan warga mereka dalam kurun 20 tahun ke depan.

Menurut sebuah studi terbaru dari Nomura Research Institute (NRI), hingga 49 persen pekerjaan di Jepang dapat digantikan oleh sistem komputer pada 2035. “Namun itu hanyalah perhitungan teknis hipotetis dan tidak memperhitungkan factor-faktor sosial,” jelas Yumi Wakao, peneliti yang melakukan studi tersebut

Jadi, pekerjaan mana yang paling rentan digantikan oleh robot? NRI mengatakan bahwa pekerjaan pengiriman (delivery) dan manufaktur adalah yang paling mungkin untuk diotomatisasi, sementara pekerjaan yang menciptakan interaksi dari orang ke orang, pekerjaan yang membutuhkan tingkat kreativitas, atau tim pengadil dalam persidangan, akan lebih tidak rentan untuk tergantikan. Jadi jika Anda seorang sosiolog, seorang pelatih anjing, seorang musisi atau copywriter, pekerjaan Anda mungkin aman.

Menariknya, pada awal tahun ini, Hotel Henn-na di Jepang menjadi hotel pertama yang mencoba mengganti semua stafnya dengan robot. Bahkan, hotel tersebut dirancang agar robot dapat menangani setiap kegiatan pelayanan terhadap tamu, termasuk penanganan bagasi tamu dan memeriksa masuk-keluarnya orang-orang dari hotel tersebut. Apakah model ini terbukti sukses atau tidak, masih terbuka untuk diperdebatkan. Tetapi mengingat penuaan demografi di Jepang, tidak akan mengejutkan bila kita akan melihat banyak pekerja robot di tahun-tahun mendatang. (Osc)

Share

Video Popular