Oleh Qin Yufei

Pada saat Korea Selatan sedang berencana untuk memasang sistem pertahanan serangan rudal dari AS THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) di beberapa tempat strategis untuk menghadang kemungkinan serangan rudal Korea Utara. Beijing justru berbalik mendukung PBB untuk memberikan sanksi kepada Korea Utara. Baik media resmi maupuun menteri luar negeri Tiongkok, secara terpisah menegaskan untuk mengambil langkah-langkah efektif dalam menghadapi uji coba nuklir Korea Utara.

Washington Post pada Senin (15/2/2016) mengutip ucapan ahli memberitakan bahwa tadinya pemerintah Tiongkok bersikap marah terhadap rencana pemasangan sistem pertahanan serangan rudal THAAD di wilayah Korea Selatan, tetapi sikap keras Washington dan Seoul tampaknya telah mempengaruhi sikap Beijing. Setidaknya Beijing sekarang mulai berbicara tentang pemberian sanksi lebih keras kepada Korea Utara.

Dalam ulasan yang diterbitkan oleh media resmi Tiongkok ‘China Daily’ pada Senin (15/2/2016) disebutkan bahwa THAAD bukan cara untuk memecahkan krisis di semenanjung Korea. Jika program sanksi antar pihak sudah cukup untuk membuat Pyongyang mengevaluasi kembali program nuklirnya, maka THAAD tidak perlu lagi ditempatkan di Korea Selatan. Untuk itu, resolusi baru PBB nantinya harus benar-benar efektif.

Sedangkan media resmi Tiongkok ‘Global Times’ juga menyebutkan, menghadapi meningkatnya tekanan dan tantangan, Beijing sudah sewajarnya untuk mengubah kebijakan terhadap Korea Utara.

Dalam artikel itu disebutkan, para eksekutif dan opini sudah banyak mengalami perubahan, sekarang makin banyak masyarakat Tiongkok yang memandang Korea Utara sebagai negara tetangga yang membebani selain menyebalkan. Ia sudah bukan lagi konco lawas. Hal ini menyebabkann makin banyak masyarakat yang mendukung pemerintah Tiongkok untuk memberi pelajaran kepada Pyongyang. Artikel tersebut juga menegaskan bahwa pemerintah Tiongkok harus membayar harga politik yang tinggi bila saja kebijakannya terhadap Korea Utara terus menyimpang dari pendapat umum.

Tulisan dalam artikel-artikel itu seolah menggemakan pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi kepada Reuters, Jumat lalu: PBB seharusnya mengadopsi sebuah resolusi guna memastikan bahwa Korea Utara akan membayar mahal sebagai konsekuensi atas kesewenang-wenangan mereka.

Beijing bermaksud untuk membujuk Korea Selatan agar menghentikan rencana penempatan THAAD

Washington Post melaporkan, tentu saja otoritas Beijing tidak akan pernah mengakui bahwa perubahan sikap mereka itu lantaran tunduk pada tekanan AS. Ia pasti akan memilih sanksi yang lebih lemah daripada yang diberikan AS, bahkan mungkin hanya gembar-gembor soal efektifitas dari program sanksi yang dikeluarkan PBB, semata untuk membujuk Seoul membatalkan instalasi sistem pertahanan serangan rudal.

Setelah Korea Utara melakukan peluncuran roket untuk menguji teknologi rudal balistik pada Februari ini, Seoul setuju untuk memulai mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan pemasangan THAAD dengan Washington.

THAAD adalah perangkat darat yang dirancang untuk menembak jatuh rudal jarak pendek, menengah maupun rudal balistik. Pemasangan perangkat tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan yang lebih besar kepada tentara Korea Selatan dan Amerika yang ditempatkan di Korea Selatan dari serangan rudal Korea Utara. Namun pemasangannya justru ditentang oleh Rusia dan Tiongkok. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular