Nyeri perut bagian atas dikategorikan sebagai gejala tipikal dari infrak miokrad atau serangan jantung oleh American Heart Association.(Fotolia)

Nyeri atau sesak dada yang disertai dengan sesak napas, berkeringat dingin, jantung berdebar, pusing, mual dan sebagainya itu adalah gejala umum dari infark miokard, namun, gejalanya yang mirip dengan sesak dada seperti terbakar, rasa mual, dan saat terjadi peradangan pada saluran pencernaan, kerap dianggap sebagai penyakit pada saluran pencernaan, sehingga perawatan medis pun tertunda karena kekeliruan itu.

Gejala khas infark miokard seperti adanya tekanan pada dada, tekanan yang terasa berat di dada akan membuat napas penderita menjadi sesak. Oleh Asosiasi jantung Amerika, nyeri perut bagian atas juga dikategorikan sebagai gejala yang tipikal. Ketika ada penderita yang merasa nyeri perut, kerap dianggap sebagai sakit perut biasa, namun, setelah pemeriksaan elektrokardiogram-EKG, baru diketahui ternyata itu adalah infark miokard.

Jika arteri koroner kanan, akan menyebabkan suplai oksigen ke miokard berkurang, rentan merangsang efek pada saraf saluran pencernaan, sehingga memicu sakit perut, mual dan gejala lainnya, kata dokter internis Xu Guoji, direktur Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital , Taiwan.

Sakit perut bagian atas dan nyeri pada tukak lambung (ulkus) yang disebabkan infark miokard itu tidak sama. Saat sakit perut, rasa sakit itu tidak akan bertambah ketika secara perlahan menekan perut, dan juga bukan dipicu oleh rasa lapar, atau gejala mual serasa ingin muntah ; atau dada terasa sesak saat olahraga, tapi membaik setelah istirahat, semua gejala ini bisa jadi merupakan gelagat infark miokard atau serangan jantung.

Angka kejadian infark miokard banyak terjadi pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, namun, secara klinis ada juga anak-anak muda yang terserang infark miokard karena merokok. Terutama mereka yang punya riwayat penyakit kardiovaskular atau tiga penyakit fatal (tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar gula tinggi (diabetes), kolestrol atau lemak tinggi (hiperlipidemia), sesak dada, sakit perut bagian atas dan gejala lain, bagi mereka yang memiliki gejala-gejala ini sebaiknya gunakan ambulans untuk perawatan medis, jangan mengemudi sendiri atau naik taksi, hal ini dimaksudkan untuk menekan konsumsi oksigen penderita.

Selain itu, bagi perokok dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes dan penyakit kronis lainnya, atau memiliki riwayat keluarga infark miokard, adalah kelompok berisiko tinggi terserang infark miokard. Sekadar diketahui, infark miokard tidak lagi identik dengan orangtua, tapi dalam beberapa tahun terakhir ini, kasus infark miokrad yang menimpa para laki-laki dan perempuan muda usia 20, 30-an tahun juga telah meningkat dari tahun ke tahun.

Jika terjadi sesak atau nyeri dada, Anda bisa coba dulu mengatasinya dengan tablet nitrogliserin, untuk meredakan gejalanya ; jika sudah berkali-kali minum tablet ini tapi tidak juga menunjukkan gejala membaik, maka sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter, supaya tidak melewatkan masa pengobatan medis. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular