Oleh : Fang Jing

Pada suatu senja ketika arus dingin menyergap, saya sedang berada di pintu kantor pos pada salah satu ujung pasar malam untuk membagikan materi kegiatan organisasi massa. Ruangan kecil di pinggir jalan dipenuhi hiruk pikuk mondar-mandirnya mobil dan manusia, gemuruhnya sangatlah ramai! Tak lama kemudian saya mengamati suatu gejala yang menarik

Meskipun di lokasi tersebut tidak terdapat pengaturan parkir mobil, namun bagi penduduk, hal itu bukan halangan, karena ingin berhenti di mana saja boleh, sangat bebas tak mengikat. Dengan segera di depan pintu berjejal penuh dengan berbagai jenis mobil yang tanpa aturan. Wah! Sungguh tak terduga tempat yang sesempit ini mempunyai kapasitas yang sedemikian mengejutkan!

Setelah berdiri belasan menit, muncul suatu keadaan, mobil seorang ibu terjebak dalam kerumunan mobil yang diparkir, tidak bisa maju juga tidak dapat mundur, tak mampu bergerak. Saya membantu mendorong sana sini, untuk mengusahakan sebuah jalan bagi mobilnya, barulah dapat menerobos rintangan tersebut. Dengan segera dia menunjukkan sebuah senyuman tak berdaya dan terima kasih, kemudian dengan tergesa-gesa meninggalkan tempat. Selanjutnya keadaan tetap bertindak semaunya tanpa menghiraukan apa pun, sampai pada saat kedatangan seorang wanita muda yang memarkirkan mobil, barulah keadaannya mulai ada perubahan.

Dia melihat ke sekeliling, untuk berusaha mendapatkan sebuah tempat kosong. Saya yang melihatnya dapat membaca maksud hatinya: wanita muda tersebut takut menghalangi jalan keluar mobil orang lain, sebab itu kelihatan terlalu berhati-hati dan sulit mengambil keputusan. Untunglah, setelah beberapa kali bolak-balik ke kiri dan ke kanan, akhirnya dapat memarkirkan mobilnya dengan baik. Perbuatan baik mendatangkan perbuatan baik, segera setelahnya datanglah mobil yang mengangkut pasangan ningrat yang telah berusia lanjut. Sang istri berdandan layaknya seorang wanita terhormat, mereka berhenti di pinggir jalan dengan sangat hati-hati menengok ke kiri dan kanan, akhirnya menemukan pemberhentian mobil yang aman.

Sesungguhnya, memberi kemudahan kepada orang lain adalah juga berarti memberi kemudahan bagi diri sendiri, ini merupakan suatu kebenaran yang tidak akan berubah. Namun kebanyakan orang hanya melihat keuntungan nyata di depan mata; hanya memikirkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Dengan demikian telah menempatkan keuntungan di atas hati nurani dan mengabaikan moralitas, sehingga terjadilah keadaan seperti dalam broken windows theory (teori jendela pecah), karena gejala yang tidak baik telah diabaikan dan dibiarkan maka akan menggoda orang lain untuk secara sadar atau tidak sadar menirunya, akibatnya keadaan akan menjadi semakin parah dan sulit dipulihkan.

Namun, perhatian dan kebaikan yang ditunjukkan oleh dua orang ini benar-benar sangat patut dipuji dan mengharukan. Mereka adalah pelaksana little flowers theory, yakni bukan karena kebaikannya kecil lalu tidak dilakukan, dilakukan mulai dengan menancapkan sekuntum bunga kecil, lambat laun memengaruhi lingkungan sekitar, sehingga menimbulkan siklus yang baik, membuat semua manusia dalam ruang geraknya melakukan sesuatu menurut aturan yang berlaku secara teratur, menampakkan suasana yang sama sekali baru.

Di dalam zaman yang selalu hanya mengejar keuntungan, sangatlah mudah membeo dan kehilangan pendirian. Namun wanita muda dan pasangan suami istri lanjut usia ini dapat tetap sadar dan berpendirian teguh, pastilah merupakan kelompok orang yang bijaksana dan mengasuh diri dengan sangat mendalam.

Kebenaran besar sangatlah sederhana dan mudah dilakukan, menyediakan jalan keluar bagi orang lain, juga adalah menyediakan jalan bagi diri sendiri. (Epochtimes/Prm/Yant)

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular