Keterangan gambar: Ilustrasi Rudal Pertahanan Udara HQ-9. (jakartagreater.com)

Oleh CNA Washington

Media AS mengutip laporan dari satelit udara AS memberitakan bahwa rudal pertahanan udara yang ditempatkan oleh Tiongkok di Pulau Woody itu adalah rudal HQ-9 yang memiliki jangkauan tembak hingga 125 mil laut. Semua pesawat sipil dan militer yang berada dalam radius tersebut akan berada di bawah ancaman.

Berita ini tersebar dalam pertemuan puncak antara Obama dengan para pemimpin ASEAN. Tampaknya ketegangan antara AS dengan Tiongkok di Laut Selatan masih belum mereda. Fox Fox News menggunakan foto satelit menerbitkan laporan eksklusif menyebutkan bahwa Tiongkok menempatkan sistem rudal canggih untuk pertahanan udara di Pulau Woody atau juga dinamakan Pulau Yongxin. Banyak bukti menunjukkan bahwa Tiongkok masih saja mengupayakan militerisasi pulau-pulau terumbu di Kepulauan Paracel yang menyulut ketegangan tinggi kawasan itu.

Fox News menggunakan satelit sipil ISI (ImageSat International). Dari foto satelit yang diambil pada 3 dan 14 Februari 2016 terlihat bahwa ada 8 unit alat peluncur rudal darat – udara beserta sistem radarnya yang telah ditempatkan pada 2 lokasi pesisir pulau. Selain itu, 2 di antara alat peluncur tampaknya mulai dioperasikan.

Dari kedua foto yang diambil pada waktu yang berbeda diketahui bahwa rudal itu mungkin dipasang pada pekan lalu, karena foto tertanggal 3 Februari 2016 menunjukkan di atas pesisir pulau itu masih tampak kosong, namun foto tertanggal 14 Februari 2016 sudah terlihat sistem pertahanan udara sudah lengkap berada di sana.

Para pejabat AS telah mengkonfirmasi keaslian foto-foto itu. Kata pejabat bahwa sitem rudal yang terpasang itu kemungkinan adalah HQ-9 atau Hong Qi -9 yang memiliki kemampuan hampir sama dengan S-300 milik Rusia. HQ-9 memiliki kemampuan jelajah hingga 125 mil laut, sehingga dalam radius itu, pesawat baik milik sipil maupun militer akan berada di bawah ancamannya.

AS telah mengirim kapal perangnya untuk mendekat Pulau Triton, Kepulauan Paracel yang dikuasai Tiongkok pada 30 Januari lalu. Berita tentang penempatan sistem rudal pertahanan udara Tiongkok tersebar dalam pertemuan puncak antara Presiden Obama dengan pemimpin ASEAN, membuat situasi di kawasan itu bertambah tegang. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular