Keterangan foto: Menteri Energi dan Industri Qatar Mohammed Al Sada (kanan), Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Saudi Arab Ali al-Naimi (tengah) bersama Menteri Perminyakan dan Pertambangan Venezuela mengadakan konperensi pers di Doha pada 1 Februari 2016. (OLYA MORVAN/AFP/Getty Images)

Oleh Wan Ping

Empat negara penghasil minyak terbesar dunia pada Selasa (16/2/2016) memutuskan untuk membekukan produksi minyak mereka untuk mencegah harga minyak dunia anjlok lebih dalam dari 70 %.

VOA memberitakan bahwa kesepakatan itu diambil setelah pertemuan tertutup antara Menteri Perminyakan Rusia Alexander Novak dengan anggota OPEC dari Saudi Arab, Venezuela dan Qatar di ibukota Qatar Doha pada Selasa (16/2/2016). Keempat negara tersebut setuju untuk membekukan produksi minyak pada level 11 Januari 2016. Menteri Perminyakan Saudi Arab, Ali al-Naimi mengatakan bahwa hasil produksi minyak pada level hari itu dinilai cukup ‘moderat’. Namun, karena Rusia dan Saudi Arab hanya bersedia melakukan pembekuan tetapi tidak mengurangi produksi, maka harga minyak kembali jatuh.

Pembicaraan lebih lanjut dengan Iran dan Irak diadakan di Teheran pada Rabu. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan, meskipun sedang mengalami kelebihan pasokan sekarang, namun Iran tidak bersedia kehilangan pangsa pasar dunia. Dengan dicabutnya sanksi internasional berupa embargo minyak, Iran sedang mencoba untuk membangun kembali kapasitas produksi minyak mentah mereka dan berusaha untuk meningkatkan ekspor minyak hingga mencapai target 100 juta barel.

Kesepakatan untuk membekukan produksi minyak menandakan adanya perubahan dalam kebijakan perminyakan Saudi Arab. Selama berbulan-bulan meskipun harga minyak terus menurun, rezim Riyadh tetap menolak untuk memangkas produksi untuk memaksa negara-negara penghasil minyak, terutama para produsen minyak serpih AS keluar dari pasar.

Laporan bulanan OPEC menunjukkan bahwa produksi rata-rata harian negara anggota pada Januari 2016 mencapai 32,3 juta barel. Jumlah ini bertambah sebanyak 131 ribu barel per hari dari Desember tahun lalu. Produksi rata-rata Saudi Arab adalah 10.09 juta barel per hari. Qatar rata-rata 655 ribu per hari. Venezuela rata-rata 2.32 juta barel per hari. Rusia rata-rata 10.9 juta barel per hari.

Meningkatnya produksi minyak dunia di saat pelambanan ekonomi sedang terjadi di beberapa negara, menyebabkan permintaan akan minyak menurun cukup tajam yang akhirnya berpengaruh pada harga. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular