Keterangan foto: Bank ICBC cabang Madrid diduga terlibat kasus pencucian dan penggelapan pajak. Sedang diselidiki oleh pihak berwenang Spanyol. (Getty Images)

Oleh Liang Yi

Pihak kepolisian Spanyol pada Rabu (17/2/2016) melakukan penggerebekan terhadap Bank ICBC cabang Madrid untuk mengungkap sebuah kasus dugaan pencucian uang dan penggelapan pajak sedikitnya berjumlah USD. 45 juta. Sumber menyebutkan bahwa kepala dan wakil kepala cabang Bank tersebut sudah dibawa oleh petugas untuk dimintai keterangan. Dan penanggung jawab ICBC Cabang Eropa beserta pengacaranya telah berangkat menuju kota Madrid.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari yang sama Kepolisian Spanyol mengatakan bahwa penggerebekan itu dilakukan bersama antara anggota Kepolisian bersama Kejaksaan Anti Korupsi Spanyol untuk mengungkap kasus dugaan pencucian uang dan penggelapan pajak yang berjumlah EUR. 40 juta (+/- USD. 44.5 juta).

Pernyataan itu menyebutkan, Bank ICBC cabang Madrid itu harus berurusan dengan pihak berwenang karena diduga telah dimanfaatkan sebagai saluran untuk melakukan pencucian uang hasil penyelundupan, penggelapan pajak, pelanggaran hak-hak pekerja dan manfaat lainnya untuk kemudian ditransfer ke Daratan Tiongkok.

Koran utama Spanyol ‘El Pais’ pada Rabu (17/2/2016) memberitakan bahwa beberapa orang telah ditangkap dalam penggerebekan itu. Penanggung jawab Bank ICBC cabang Eropa mengatakan, manajemen ICBC akan mengikuti secara saksama penyidikan terhadap kasus yang dituduhkan kepada cabangnya, dan petugas berwenang dari Bank ICBC beserta pengacara telah berangkat menuju kota Madrid.

Penggerebekan kali ini termasuk bagian dari usaha Spanyol untuk mengungkap sejumlah kasus pencucian uang dan penggelapan pajak masyarakat Tiongkok yang sudah dilakukan sejak tahun lalu di Spanyol.

Pada Juli 2015 pihak berwenang Spanyol berhasil mengungkap sebuah kasus pencucian uang senilai EUR. 250 juta. Dalam sebuah razia yang dilakukan pada 17 Desember tahun lalu, polisi Spanyol menangkap 22 orang warga Tiongkok yang diduga terlibat serangkaian kasus penggelapan pajak, pencucian uang yang jumlahnya mencapai EUR. 35 juta.

Seorang pejabat Spanyol mengatakan, dalam 28 kali penggerebekan yang dilakukan tahun lalu, pihak berwenang telah menangkap 13 kelompok yang terdiri dari 258 orang pelaku kejahatan di bidang keuangan.

Oktober 2010, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) memperoleh ijin operasi dari Bank Sentral Spanyol dan memulai operasi pada Januari 2011. Para pelanggannya meliputi keturunan Tionghoa Spanyol dan perusahaan mereka, perusahaan BUMN Tiongkok dan masyarakat Tiongkok yang memiliki hubungan bisnis dengan masyarakat Spanyol dan perusahaan lokal, termasuk perusahaan multinasional dan lembaga keuangan.

Negara-negara Eropa memerangi pencucian uang warga Tiongkok

Mei 2015, Europol di Den Haag mengeluarkan pernyataan bahwa mereka berhasil menangkap 32 orang Tionghoa yang terlibat dalam jaringan pencucian uang dari Tiongkok. Selama kurun waktu 6 tahun itu, jaringan tersebut telah mencuci uang sampai jumlah EUR. 300 juta melalui negara selatan Eropa.

Europol mengatakan, pencucian uang biasanya dilakukan kelompok melalui situs internet, dengan cara mengimpor barang-barang palsu ke Eropa, menggunakan dokumen palsu untuk menggelapkan pajak. Uang-uang itu kemudian dicuci melalui sejumlah mitra usaha kelas rendah yang oleh mereka disetorkan ke dalam rekening pribadi di sejumlah Bank untuk kemudian hari dikirim balik ke Tiongkok. Jaringan mereka cukup luas, ada contack person di beberapa negara Eropa yang bisa dihubungi, termasuk Belgia, Prancis, Italia, Belanda, Portugal dan Inggris.

Tahun lalu, Polisi Ekonomi Italia melalui penyidikan yang berlangsung selama 4 tahun akhirnya berhasil menyita dana yang berasal dari perdagangan barang-barang palsu, prostitusi, penggelapan pajak milik rekening warga Tiongkok di Italia sebesar EUR. 4.5 miliar lebih. Uang itu kemudian dikirim untuk dikembalikan kepada pemerintah Tiongkok.

Kejaksaan Italia telah menyerahkan kepada pengadilan tuntutan terhadap 297 orang termasuk Bank of China. Orang-orang yang terlibat kejahatan keuangan itu kebanyakan adalah warga Tionghoa Italia, termasuk 4 orang manajer senior Bank of China cabang kota Milan. Kejaksaan menjelaskan bahwa Bank of China itu diduga telah membantu sebuah perusahaan bernama Money2Moneyy untuk mentranfer uang sebesar EUR. 2.2 miliar ke perusahaan dan pribadi di Tiongkok. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular