San Francisco – Para Menteri Ekonomi ASEAN mendorong investor Amerika Serikat (AS) berinvestasi ke ASEAN. Permintaan ini dilakukan saat dimulai rangkaian ASEAN Economic Minister (AEM) Roadshow di AS melalui dialog dengan US-ASEAN Business Council, sebagai implementasi ASEAN 2015 dan Visi ASEAN Economic Community 2025 di St.Regis Hotel, San Francisco, Amerika Serikat (17/2/2016).

“ASEAN telah dan akan terus melanjutkan reformasi kebijakan perdagangan dan investasi di kawasan. Hal ini akan menarik bagi investor asing karena ASEAN menjadi kawasan yang makin kompetitif,” ujar Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong dalam siaran pers Kemendag.

Pada hari pertama AEM Roadshow itu, Presiden RI Joko Widodo berkesempatan memberikan keynotes di hadapan sejumlah CEOs, Menteri Ekonomi ASEAN, dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Michael Froman, serta tamu undangan sebelum memulai ASEAN-US Joint Consultative Meeting.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi secara gamblang menjelaskan langkah-langkah pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha dan perekonomian Indonesia, serta investasi yang ramah bagi dunia  usaha  melalui  berbagai  Paket  Kebijakan  Deregulasi  Ekonomi.  “Upaya  ini  akan  terus dilakukan sejalan dengan respons pasar yang positif,” jelas Mendag Thomas.

Presiden Jokowi mengungkapkan berbagai contoh kebijakan deregulasi antara lain penghapusan peraturan   yang   tidak   perlu   dan   tumpang   tindih,   penyederhanaan   sistem   perizinan,   dan pembukaan sektor-sektor usaha yang selama ini sensitif bagi investasi asing.

Mendag  Thomas  mengatakan,  Presiden  Jokowi  menunjukkan  keberhasilan  kebijakan  ekonomi yang  dilakukan  pemerintah.  Saat  ini  kondisi  perekonomian  Indonesia  mulai  menunjukkan perbaikan dan mengarah lebih stabil. Meskipun, pada saat yang sama, pasar modal Tiongkok dan AS melemah hingga mengakibatkan jatuhnya harga minyak mentah dunia.

Revolusi Mindset

Mendag Thomas dan beberapa Menteri Ekonomi ASEAN menyampaikan pandangan dan langkah- langkah Indonesia dan ASEAN dalam membangun integrasi ekonomi ASEAN dalam 10 tahun ke depan.

Menurut  Thomas,  kata  kunci  menuju  pertumbuhan  ekonomi  yang  lebih  baik  dalam  rangka integrasi ekonomi ASEAN adalah adanya revolusi pola pikir (mindset). Pelaku usaha harus memiliki visi keterbukaan  dan  kompetisi  di era ekonomi yang semakin mengandalkan teknologi digital sekarang ini.

“Dengan terus melakukan perbaikan dan reformasi, Indonesia memiliki peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik dengan memanfaatkan kekuatan demografi dan kekayaan budayanya,” ujar Thomas.

Sambut Baik ASEAN-US Connect

Pada hari yang sama, Mendag Thomas bersama USTR Ambassador Froman dan Menteri Perdagangan Laos Khemmani Pholsena juga memimpin pertemuan ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) Joint Council Meeting.

Para Menteri Ekonomi ASEAN menyambut baik usulan AS dalam pembentukan ASEAN-US Connect yang bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi dan membangun suatu mekanisme kerja yang baik antara ASEAN dan AS. “Kami juga mendukung pelaksanaan workshop bagi peningkatan pemahaman negara anggota ASEAN yang bukan anggota TPP (Trans-Pacific Partnership),” jelas Mendag Thomas.

Guna mengimplementasikan secara efektif ASEAN-US Connect, Thomas menyatakan para Menteri Ekonomi ASEAN juga menyambut baik pembentukan tiga hub ASEAN-US Connect di Jakarta, Singapura, dan Bangkok. Pada  akhir  roadshow  hari  pertama,  para  Menteri  Ekonomi  ASEAN  melanjutkan  kegiatannya dengan mengunjungi Autodesk, City of San Francisco, yaitu sebuah perusahaan pelopor desain 3D, engineering, dan perangkat lunak hiburan digital. Para menteri diperkenalkan kemajuan teknologi digital dalam mendesain dan membangun produk inovatif yang selama ini telah banyak dimanfaatkan AS saat membangun jembatan Bay Bridge di San Francisco. Tiongkok juga telah memanfaatkan teknologi tersebut dalam pembangunan Shanghai Tower di Tiongkok. (asr)

 

Share

Video Popular