Keterangan gambar: Setelah para ilmuwan menganalisis citra Hubble Space Telescope, mereka menemukan sebuah lubang hitam raksasa di sebuah galaksi yang berjarak 300 juta tahun cahaya dari Bumi, ini adalah salah satu lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan.(Sumber NASA & ESA

Oleh: Lin Yan

Baru-baru ini, setelah para ilmuwan menganalisis citra dari Teleskop Hubble, mereka menemukan sebuah lubang hitam raksasa di sebuah galaksi yang jauhnya sekitar 300 juta tahun cahaya dari Bumi, dan ini merupakan salah satu lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan.

Lubang raksasa ini terletak di jantung sebuah galaksi elips raksasa NGC 4889, berada dalam kelompok galaksi Coma Cluster, adalah galaksi yang paling terang, demikian pernyataan resmi seperti dilansir CNN, Kamis (18/2/2016).

Sementara itu, pihak NASA mengatakan bahwa di setiap area pusat galaksi terdapat lubang hitam raksasa, dengan massa lebih dari 1 juta matahari. Lubang hitam-lubang hitam ini terbentuk bersama dengan galaksi tempat keberadaan mereka.

Lubang hitam raksasa yang terletak di pusat galaksi, massa-nya hanya 4 juta kali dari massa matahari, namun, massa dari lubang hitam ini jauh lebih besar 21 miliar kali-nya massa matahari. Menurut pernyataan NASA dan European Space Agency (ESA), meskipun diameter lubang hitam di NGC 4889 ini mencapai 130 miliar kilometer, tapi tetap tidak terlihat. Karena cahaya tidak dapat melarikan diri dari gravitasi lubang hitam, karena itu, orang-orang tidak dapat melihat lubang hitam melalui gambar.

Para ilmuwan menghitung ukurannya berdasarkan kecepatan bintang yang mengorbit di sekeliling lubang hitam, dan menemukan ia adalah salah satu lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan.

“Meskipun sebelumnya lubang hitam melahap semua gas dan bintang di sekelilinya, namun, sejak miliaran tahun di masa lalu, lubang hitam ini dalam kondisi tertidur. Lubang hitam tampak begitu tenang, sehingga bintang di sekitarnya dapat terbentuk kembali dengan mengandalkan gas-gas mereka yang tersisa, dan terus berputar dengan stabil mengelilingi lubang hitam,” sebut NASA dalam pernyataan resminya.

Lubang hitam memiliki batas singularitas, dimana batas garis ketika gravitasi akan menarik benda dan benda tersebut tidak pernah bisa keluar lagi. Benda dibelakang lubang hitam dapat membuat efek pembesaran yang disebut gravitasi optik, kadang benda yang jauh bisa terlihat di bumi karena berada tepat di sisi samping sebuah lubang hitam. Cahaya dari benda yang ada di belakang dapat terlihat lebih besar, seakan berada di belakang kaca pembesar. Sedangkan efek kaca pembesar adalah efek dari gravitasi si lubang hitam yang sangat kuat dan membuat cahaya bisa berbelok. Lubang hitam dipastikan ada pada sebuah galaksi, berada ditengah sebagai inti galaksi.

“Setiap tabrakan dengan bintang lain, rata-rata dapat mengaktifkan lubang hitam,” ujar profesor Roeland van der Mare di Space Telescope Science Institute, Baltimore, AS. (epochtimes/joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular