Keterangan Foto: AS mengirim kapal induk bertenaga nuklir “John Stennis” dan kapal sergap untuk membentuk formasi perang, bertolak dari Amerika Serikat pada 15 Januari lalu menuju ke kawasan Pasifik Barat, saat ini armada telah mendekati kawasan Semenanjung Korea. (akun facebook “Stennis”)

Oleh: Gu Qinger

Korea Utara berturut-turut melakukan percobaan bom nuklir dan roket jarak jauh, memancing masyarakat internasional untuk mengambil tindakan sangsi babak baru. Ada laporan mengatakan, latihan perang AS – Korea Selatan yang diadakan Maret hingga April tahun ini, diantaranya termasuk latihan perang-perangan “penggal” Kim Jong-un. Ada analisa menyebutkan, setelah Kim Jong-un disingkirkan, struktur politik di Asia Timur Laut akan mengalami perubahan amat besar. Juga ada analisa memperkirakan, saat itu Korea Utara dan Korea Selatan akan reunifikasi dan berkembang menuju demokrasi, sedangkan dalam negeri RRT suara tuntutan demokratisasi juga bakal semakin besar. Dinasti Merah (komunis) RRT akan mengalami perubahan warna, inilah hal yang paling dikhawatirkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada 6 Januari 2016 Korut telah melakukan percobaan peluncuran bom hidrogen. Pada 7 Februari 2016, Korut sekali lagi menggunakan teknik rudal balistik meluncurkan “satelit.” Menghadapi sekali lagi tindakkan provokasi Kim Jung-un, Amerika Serikat, Jepang dan Korsel berturut-turut mengambil tidakkan sanksi ekonomi yang setimpal.

Menurut laporan VOA (Suara Amerika), setelah Korut mengumumkan rencana peluncuran roket, Gedung Putih menyampaikan Presiden AS Obama dan Kepala Negara RRT Xi Jinping dalam pembicaraan telpon sama-sama beranggapan, rencana percobaan peluncuran rudal balistik Korut lagi-lagi merupakan sebuah tindakan “provokasi dan merusak stabilitas.”

”Harian Xingdao” Hongkong mengungkap berita dari pihak militer Korsel mengatakan, antara Maret hingga April yang akan datang, armada kapal induk AS akan ikut andil dalam latihan militer bersama AS-Korsel yang diberi sandi “Keputusan krusial” dan “Burung Bangkai.” Pihak militer khusus menandaskan, latihan kali ini juga akan membidik lokasi sentral kekuasaan Korut, akan melaksanakan tindakan “Pemenggalan” Kim Jong-un.

Sebuah artikel yang ditulis oleh Li Xianzheng “Pengaruh Terhadap RRT Atas Pemenggalan Kim Jong-un” mengatakan, AS-Korsel menjebol situasi aktual, bahkan mengambil tindakan tegas, memenggal Kim Jong-un, mungkin akan terjadi gungcangan, dan pasti akan membahayakan kestabilan politik RRT.

Li menyatakan, jika Kim dipenggal, pasti akan menghancurkan kekuasaan Kim Korut, bencana HAM Korut pasti akan terungkap ke seluruh dunia, opini dunia pasti akan membangkitkan celaan dan tuntutan yang menelusuri secara tuntas asal-usul bencana itu. Tak usah dikatakan lagi makna negatif sebuah keluarga kekaisaran yang mirip dengan dinasti feodal, bersandar pada pasukan keluarganya melakukan penindasan kejam, bersandar pada politik Songun (mendahulukan militer, mengutamakan militer) demi mempertahankan kekuasaannya, bersandar pada kelaliman dan kediktatoran untuk bertindak sewenang-wenang. Beberapa puluh tahun ini, kekuasaan yang didukung dan dibela secara jangka panjang oleh PKT, banyak sekali bidang yang perlu ditinjau ulang dan direnungkan kembali.

Li Xianzheng berpendapat, perenungan kembali dari masalah Korut mungkin terpusat pada sistem kenegaraan. Hasil pemenggalan Kim, yang jelas akan membawakan perubahan sistem negara Korut, ini bisa juga merupakan pengaruh yang paling besar bagi PKT, namun mungkin PKT masih belum siap.

Artikel yang ditulis Yu Tanfei menyatakan, begitu Kim Jong-un “dipenggal”, struktur politik di Asia Timur Laut akan mengalami perubahan amat besar, mungkin akan mendatangkan tekanan internal dan eksternal yang tak terhingga terhadap Beijing, sebelum hujan sedialah payung, Beijing harus melakukan pengaturan secara dini.

Yang Wanlin, seorang komentator dari New York menyatakan, Kim Jong-un “dipenggal,” Korea Utara mungkin akan be-reunifikasi dengan Korea Selatan dan berkembang menuju negara demokrasi, ini akan memberi sebuah pelajaran demokrasi sangat menarik bagi RRT yang masih bertetangga dekat dengan Korut. Di dalam negeri RRT, seruan untuk menuju demokratisasi juga akan lebih besar. RRT sebagai dinasti merah akan mengalami perubahan warna, inilah yang paling dikhawatirkan oleh PKT.

Pada 15 Januari 2016, kapal induk bertenaga nuklir dari angkatan laut AS “John Stennis” bersama kapal pemburu dan kapal perang lainnya telah membentuk sebuah regu tempur, berangkat dari AS bergegas menuju wilayah Pasifik barat, mulai mendekati semenanjung Korea. Sebelum ini media Jepang pernah mengungkap, pasukan AS mungkin pada akhir Februari melakukan serangan mendadak terhadap 700 lebih fasilitas militer Korea Utara, pasukan AS sudah menguasai peta tempat tinggal Kim Jong-un, pasukan AS telah selesai mengumpulkan 131 pesawat tempur di Jepang dan langsung diarahkan pada Korut.

Pada 12 Februari 2016, menlu RRT Wang Yi yang berada di München Jerman menghadiri konferensi menlu ke-4 dari Kelompok Internasional Pendukung Suriah, menyampaikan sikap yang sangat jarang dijumpai: Dewan Keamanan PBB dapat meluluskan resolusi baru dan mengambil tindakan selanjutnya, supaya Korut “membayar sebuah harga yang diperlukan atas tindakan yang dilakukan, memikul akibatnya dengan setimpal.”

Pada 16 Februari 2016, Presiden Korsel Park Geun-Hye berpidato di kongres memperingatkan Kim Jong-un, Korut tidak mempedulikan penentangan dan peringatan berkali-kali dari pemerintah Korsel dan masyarakat internasional, tetap bersikeras melakukan percobaan nuklir untuk keempat kalinya. Ini merupakan tindakan provokatif ekstrim bagi perdamaian masyarakat internasional. Park menandaskan, Korsel perlu supaya Korut mengetahui, tidak melepaskan senjata nuklir, kekuasaan Korut tidak akan dapat eksis, senjata nuklir hanya akan menghancurkan kekuasaan Korut.

Kekuasaan keluarga Kim selalu dikendalikan secara terselubung oleh grup Jiang Zemin PKT, Wikileaks pernah mengungkap latar belakang PKT secara rahasia menempatkan senjata nuklir di Korut. Kepala negara RRT Xi Jinping setelah naik panggung mulai menjaga jarak dengan Korea Utara. (tys/whs/rmat)

Share

Video Popular