Sumber makanan utama bermagnesium adalah makanan nabati, kacang-kacangan, sayuran berdaun, macam-macam kedelai, biji-bijian dan lainnya. Diantaranya kacang-kacangan-lah yang paling banyak. (FOTOLIA)

Infeksi paru-paru, olahraga, perubahan emosional, alergi makanan, paparan udara dingin ataupun bersinggungan dengan alergen khusus, pada situasi-situasi seperti itu akan menyebabkan bronkospasme (kejang/kaku pada saluran bronkhial). Adalah hal yang sangat mengerikan ketika sulit sekali bernapas lantaran penyakit asma seseorang sedang kambuh.

Disaat terkena alergen, tubuh akan melepaskan histamin, untuk merangsang lendir alergi agar dapat berhubungan dengan saluran cabang tenggorokan diekskresikan. Tetapi histamine yang berlebihan, dapat membuat kontraksi bronkhial (saluran pernapasan) dan spasme (kejang/kaku) terjadi, itu akan mengakibatkan gejala asma secara interval (berselang), batuk, sesak napas dan sebagainya.

Gejala utama asma adalah bronkospasme, pembengkakan sel mukosa paru-paru dan produksi lendir yang berlebihan, sehingga paru-paru tidak mampu mengekskresi udara dengan tuntas. Sedangkan obat asma, meskipun untuk sementara dapat meredakan serangan asma, tetapi tidak dapat menyembuhkan. Penelitian menemukan bahwa hanya dengan memberantas penyebab asma dan mengonsumsi magnesium untuk menggantikan obat-obatan, baru dapat menyembuhkan asma.

Magnesium berkhasiat menyembuhkan asma

Magnesium adalah bronkodilator (berefek melebarkan saluran pernapasan/bronchial), juga zat antihistamin, akan mengurangi kadar histamine dalam tubuh, menenangkan bronchial dan sel-sel mukosa di seluruh tubuh.

Namun, obat untuk melawan asma, seperti penghambat β, kortikosteroid, spray Ventolin (salbutamol), akan menggerus magnesium, mungkin malah dapat menyebabkan aritmia (ritme jantung tidak normal) dan kematian mendadak. Theophylline akan menyebabkan magnesium menghilang, juga dapat menghambat aktivitas vitamin B6. Kortisol dehidrogenase dapat memboroskan magnesium dan menyebabkan natrium dan cairan tubuh mengalir tersendat, menekan aktivitas vitamin D, dan akan meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga seng, vitamin K dan vitamin C terekskresikan dari dalam tubuh.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa magnesium dalam sel berhubungan dengan kejang pada saluran pernapasan, pasien yang kandungan magnesium dalam sel-selnya menurun, akan meningkatkan peluang terjadinya bronkospasme. Temuan itu tidak hanya membuktikan bahwa magnesium dapat membuat pemekaran bronchial, dan tercapai efek penyembuhan asma, sekaligus juga membuktikan kekurangan magnesium sangat mungkin dapat menyebabkan asma dan saluran napas obstruktif kronis (CODP / penyumbatan saluran pernafasan kronis).

Karena magnesium dapat memungkinkan otot pernapasan dan otot polos berelaksasi, sehingga paru-paru mengembang, mengurangi infeksi saluran pernapasan, menghambat kejang yang disebabkan oleh bahan kimia, pada saat bersamaan dapat meningkatkan zat anti-inflamasi/ radang. Jika jumlah asupan magnesium dalam makanan terlalu sedikit, maka akan relatif mudah untuk membuat hiperaktif bronkial, malah menyebabkan kerusakan paru-paru, dan peningkatan risiko asma. (Hui/Yant)

Share
Kategori: KESEHATAN

Video Popular