BOGOR – Sebagai rangka memperingati hari peduli sampah yang diperingati setiap 21 Februari dan Hari Baden Powell diperingati oleh Pramuka sedunia setiap 22 Februari, Kwarcab Pramuka Kota Bogor, DeTara Foundation dan SDN Polisi 04 Bogor menggelar aksi bersama untuk memperingati Hari Peduli Sampah yang secara nasional di SDN Polisi 04, Paledang, Jalan Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat dan sekitarnya, Sabtu (20/2/2016).

Aktivis lingkungan dari DeTara Foundation, Ika Setyasari mengatakan sampah sudah menjadi ancaman besar bagi Kota Bogor yang berdekatan dengan Ibu Kota Negara. Dia menerangkan, Kota yang konon terkenal sebagai kota sejuk, indah, nyaman, disinggahi banyak wisatawan dan peraih adipura, kini berbalik arah karena kondisinya yang sangat kotor dan kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap lingkungan.

Lebih lanjut dia menuturkan diperkirakan sampah yang dihasilkan di kota Bogor adalah 2.673 m3/hari, sedangkan yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga hanya 1.884 m3/hari. Artinya sekitar 30% sampah di Kota Bogor belum bisa terangkut ke TPA. Jumlah sampah yang tidak terangkut setara dengan 150 ton/hari.

Dia menambahkan, jumlah tersebut jika dikonversikan dengan truk sampah berdaya muat 60 m3, diperlukan sebanyak 131 truk sampah. Hingga kemudian, sampah yang tidak terangkut bisa jadi tertimbun di selokan, pasar, tempat pembuangan liar dan sungai.

Lebih rinci, Ika menjelaskan, kebijakan pemerintah terkait sampah tidak akan berjalan baik tanpa didukung partisipasi masyarakat. Peran semua sektor sangat diperlukan untuk mengurangi dan mengatasi sampah di Indonesia. “Termasuk peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan sampah, salah satunya melalui penerapan dalam perilaku sehari-hari,” ujar dalam keterangannya Sabtu (20/2/2016).

Dia menambahkan, bersamaan memperingati hari gerakan Pramuka merupakan salah satu kegiatan di Indonesia yang dapat menanamkan generasi muda agar peduli terhdap lingkungan, melalui Dasa Darma yang ke-2, Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

Data DeTara menyebutkan, permasalahan sampah di Indonesia bagaikan bom waktu, yang lambat laun jika tidak dibenahi mengakibatkan berbagai masalah besar di negara ini. Berbagai masalah dan kasus telah terjadi akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik, seperti pencemaran (tanah, air maupun udara), penyakit bahkan korban jiwa. Seperti terjadinya tragedi longsornya sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam yang memakan korban 143 jiwa. (asr)

Share

Video Popular