Keterangan foto: Bandara Narita Jepang. (world.fedpress.ru)

Selama masa liburan tahun baru Imlek, banyak masyarakat Tiongkok yang pergi ke luar negeri termasuk Jepang untuk berwisata sambil belanja. Baru-baru ini, 2 orang wanita asal Tiongkok yang berada di Bandara Narita Jepang sedang mengurus check-in untuk penerbangan pulang ke Tiongkok bersilat lidah hanya karena kompor mereka bersenggolan. Salah satu wanita itu bahkan menampar muka lawan yang mengakibatkan ia dibawa oleh polisi bandara yang sedang bertugas.

Menurut laporan media Jepang bahwa kedua wanita asal Tiongkok yang sama-sama membawa kopor beroda yang dipenuhi oleh barang-barang belanjaan bersenggolan pada saat melakukan check-in di Bandara Narita. Kopor dari salah seorang wanita bernama Beng Qing yang mengaku sebagai pemimpin sebuah perusahaan konstruksi di Tiongkok menyenggol kopor milik wanita lain. Namun ia malahan menampar wanita sesama calon penumpang yang mengingatkan agar lebih berhati-hati. Akibat tamparannya, bibir wanita itu mengalami luka ringan.

Beng Qing langsung pergi setelah berbuat kasar. Dan polisi berhasil menangkapnya di pintu exit lantai 2 bandara setelah mendapat laporan. Beng Qing sudah mengakui kesalahannya di depan polisi, katanya karena perbuatan emosional sesaat.

Insiden tersebut menjadi konsumsi media lokal Jepang. Laporan media menyebutkan bahwa di Osaka dan tempat-tempat lainnya juga sering terjadi kasus serupa yang menunjukkan perilaku “tidak beradab” dari turis-turis asal Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, perilaku turis asal Tiongkok yang “tidak beradab” sering dipertontonkan di luar negeri sehingga masuk koran, meskipun fenomena semacam itu mungkin saja tidak umum. Sebelumnya juga ada berita yang menyebutkan bahwa terjadi perkelahian antara seorang pria dengan wanita yang sama-sama turis asal Tiongkok dalam sebuah supermarket di Rotterdam pada 18 November tahun lalu, mereka bertengkar saat berebut susu bubuk yang hendak dibeli, kemudian saling memukul. Warga lokal yang berada di sekitar kewalahan untuk melerai. Berita itu kemudian masuk koran setempat. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular