Keterangan gambar: Ilustrasi asteroid yang dihancurkan matahari. (NASA/JPL-Caltech

Oleh: Lin Yan

Para astronom menemukan bahwa kita telah meremehkan energi matahari, kekuatannya yang dahsyat, dan kemampuannya mengembangkan energinya dari jarak jauh itu diluar imajinasi kita. Sebuah asteroid kemungkinan akan dihancurkan matahari ketika radius diameternya mencapai 10 kali diameter matahari.

Melansir laman universetoday.com, Jumat (19/2/2016), sebelumnya ilmuwan menganggap bahwa benda apapun akan hancur seketika saat bertabrakan dengan matahari. Namun, ternyata kekuatan matahari tidak hanya demikian.

Astronom menemukan, bahwa asteroid pasti akan dihancurkan ketika mendekati matahari, dan jarak asteroid yang dihacurkan itu bisa mencapai radius sejauh sepuluh kali diameter matahari. Rentang jarak yang jauh ini di luar perkiraan ilmuwan sebelumnya.

Selama delapan tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan sekitar 9000 near-Earth asteroids-NEAs (asteroid dekat Bumi) menggunakan Catalina Sky Survey, sekaligus mencatat sebuah fenomena yang sulit dijelaskan bahwa asteroid-asteroid ini sulit ditemukan, karena ukuran benda-benda ini terlalu kecil dan terlalu gelap. Oleh karena itu, para astronom di University of Hawaii menuturkan, bahwa Catalina Sky Survey tidak menemukan asteroid dekat Bumi, dan perlu diteliti lebih lanjut sebab-sebab ketiadaan asteroid yang diamati ini.

Dari perhitungan secara seksama dan berulang kali oleh ilmuwan, mereka menemukan bahwa asteroid akan dihancurkan matahari jika yang terlalu lama berada di dalam radius 10 kali diameter matahari.

Keterangan gambar: Citra perubahan matahari yang direkam SOHOSolar Heliospheric Observatory(ESA/NASA/SOHO

“Ketika asteroid terlalu dekat dengan matahari, dipastikan akan dihancurkan oleh matahari. Temuan ini membuat kami terkejut, dan kami juga telah melakukan perhitungan secara berulang untuk memverifikasi temuan ini,” kata Dr. Robert Jedicke di University of Hawaii, Amerika Serikat.

Terkadang, puing-puing asteroid (meteorit) yang masuk ke atmosfer bumi itu akan terbakar hancur oleh atmosfer kita, dan memancarkan cahaya yang indah, sehingga kita menyebutnya meteor. Sementara itu, puing-puing yang mendekati matahari itu juga akan mengalami gejala serupa, mereka akan meninggalkan jejak uap di dalam ruang.

“Sisi lain yang membuat ilmuwan terkejut adalah bahwa asteroid yang jauh lebih gelap yang dihancurkan itu jaraknya lebih jauh dari matahari dibanding dengan asteroid yang lebih cerah. Fenomena ini dapat menjelaskan mengapa NEO (objek dekat Bumi) yang lebih cerah yang ditemukan sebelumnya itu bisa lebih dekat jaraknya dengan matahari dibanding dengan asteroid yang lebih gelap,” kata ilmuwan.

Sementara itu, astronom Mikael Granvik dari University of Helsinki, Finlandia, mengatakan temuan ini memiliki arti penting dan diluar dugaan. Temuan ini menunjukkan agar komunitas astronomi membangun sebuah model teoritis baru tentang struktur asteroid, sehingga di masa depan saat ingin melacak ukuran dan lintasan asteroid, dapat lebih dalam memahami objek yang terbang di ruang angkasa ini. (epochtimes/joni/rmat)

 

Share

Video Popular