Oleh: Tysan Lerner

Ketika bernapas, kita menggunakan diafragma untuk menghirup udara. Otot-otot lain, seperti dada dan otot tulang rusuk, bekerja untuk membantu diafragma menghirup udara, namun banyak orang tidak lagi bergantung pada diafragma mereka untuk bernapas.

Anda tahu Anda bernapas melalui diafragma saat daerah perut, yang merupakan lawan dari dada, mengembang.

Anda tidak mampu menangani stres atau rasa sakit dengan baik, dan Anda akan berada dalam risiko sakit punggung dan pinggul karena kurangnya stabilitas dari inti tubuh Anda.

Melalui pernapasan diafragma, Anda dapat belajar bagaimana terhubung ke otot bagian dalam dari perut Anda, the transverse abdominus (TVA). Secara harfiah, TVA bertanggungjawab untuk menggenggam pencernaan, mendukung tulang belakang, dan meratakan perut. Tanpa TVA yang kuat dan fungsional, rentan menderita sakit punggung dan pinggul.

Saat Anda menarik napas, kembangkan perut Anda seolah-olah seperti sebuah balon yang tengah diisi udara. Cobalah untuk meninggalkan otot dada Anda keluar dari itu.

Saat Anda mengeluarkan napas, tarik pusar ke arah tulang belakang. Buang napas sampai semua udara didorong keluar dari tubuh Anda. Di akhir pernapasan, Anda harus merasakan pengetatan otot-otot di daerah perut Anda.

Setelah Anda berhasil melakukan pernapasan ini, cobalah latihan berikut:

Lift

Tarik napas dan kembangkan perut. Saat mengeluarkan napas, pusar akan tertarik masuk. Bayangkan sebuah lift sedang melakukan perjalanan dari pusar ke arah tulang belakang. Menarik pusar kembali sebanyak enam kali naikturun, berhenti di setiap satu kali naik dan turun saat Anda melakukannya.

Ulangi sebanyak 10 kali dan 3 set sehari.

Napas perut posisi merangkak

Mulai dengan posisi merangkak. Tangan lurus dengan bahu dan lutut lurus dengan pinggul. Usahakan tulang punggung dalam posisi netral.

Tarik napas dan kembangkan perut Anda ke lantai (mengaktifkan diafragma).

Tahan napas dan tarik pusar ke arah tulang belakang, dorong semua organ keluar (mengaktifkan TVA).

Angkat panggul dengan menggunakan otot-otot yang dapat menghentikan Anda dari pergi ke kamar mandi.

Buang napas secara tegas saat menarik pusar ke dalam tanpa melengkungkan punggung Anda. Ulangi 6 sampai 10 kali.

Tambahan

Posisi flight-or-fight (siaga atau kabur). Ketika sistem saraf kita merasa terganggu atau gusar, tubuh kita melepaskan hormon kortisol. Ketika kortisol dilepaskan, metabolisme kita akan melambat, dan kita akan menjadi jauh lebih rentan terhadap kenaikan berat badan.

Melakukan pernapasan yang dalam memiliki efek relaksasi pada tubuh kita. Hal ini sangat sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk mempertahankan keadaan stres yang tinggi saat Anda melakukan pernapasan dalam-dalam. Hal ini karena melakukan pernapasan dalam-dalam dan perlahan akan menenangkan sistem saraf.

Ketika sistem saraf tenang, kadar kortisol kita akan turun, dan metabolisme kita akan mulai berjalan normal.( Epochtimes/Feb/Yant)

Share

Video Popular