Keterangan foto: Perdana Menteri David Cameron. (internet)

Oleh CNA London

Referendum yang akan diadakan pada Juni 2016 mendatang telah menjadi isu politik paling panas di Inggris. 36 dari perusahaan yang terdaftar di indeks FT 100 secara bersama menyampaikan dukungan agar Inggris tidak keluar dari Uni Eropa, meskipun sebagian dari perusahaan besar lainnya seperti Tesco belum menyampaikan sikap.

Termasuk perusahaan penerbangan BAE System, perusahaan penerbangan murah EasyJet, perusahaan minyak Shell dan lainnya yang tergabung dalam FT 100 telah menyatakan sikap mendukung kebijakan Perdana Menteri, David Cameron yang berupaya agar Inggris bisa tetap tinggal di Uni Eropa.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa setelah negosiasi dengan Cameron, pemimpin Uni Eropa berjanji akan mengadakan reformasi kebijakan termasuk mengurangi peraturan yang mengekang, memperkecil beban yang dipikul Inggris dalam memperdalam pasar tunggal dan perdagangan internasional. Mereka yakin bahwa Inggris akan lebih berkembang di masa depan.

Surat pernyataan yang ditandatangani oleh sejumlah eksekutif perusahaan itu lebih lanjut menyebutkan bahwa Eropa merupakan pasar bagi 500 juta orang, dan yang dibutuhkan oleh Inggris adalah saluran masuk ke pasar itu yang tanpa hambatan agar mampu terus tumbuh, memberi kesempatan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Bila Inggris menarik diri dari Uni Eropa, maka perusahaan akan menghentikan investasi yang bisa berdampak pada lapangan kerja, selain itu juga mempertinggi resiko ekonomi. Hanya dengan bersama Uni Eropa Inggris bisa lebih kuat.

Ada 198 perusahaan terdaftar di bursa saham Inggris yang mendampingi 36 perusahaan dari FT 100 juga menyatakan dukungan untuk Inggris tidak meninggalkan Uni Eropa. Namun sekitar 2/3 bagian dari perusahaan terdaftar di bursa saham, termasuk perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh pemerintah yakni Lloyds Banking Group, RBS, Barclays, Tesco, Sainsbury’s sampai sekarang juga belum bersuara.

Tesco dalam pernyataannya mengatakan, warga Inggris-lah yang menentukan sendiri melalui referendum Brexit, dan apapun hasilnya Tesco akan terus mengutamakan pelayanan kepada pelanggan.

Juru bicara supermarket Sainsbury’s mengatakan, perusahaan bukan organisasi politik, hasil referendum Brexit merupakan keputusan bersama rakyat Inggris. Sejumlah perusahaan lainnya juga dengan alasan ‘menghormati keputusan pemilu’ tidak mau menunjukkan sikap.

Menghadapi sejumlah perusahaan Inggris yang belum bersikap, juru bicara Dawning Street mengatakan tidak akan kecewa, karena perusahaan besar harus melewati proses yang panjang sebelum sampai pada penyampaian secara terbuka pandangan mereka terhadap isu-isu politik yang sedang berkembang. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular