Setelah memasuki usia 40 tahun, perencanaan dalam menjaga kesehatan juga harus disesuaikan seiring dengan bertambahnya usia.(Fotolia)

Erabaru.net. Vitamin layaknya bak sepasukan tentara, berjuang dengan gigih di dalam tubuh terhadap ancaman penyakit akibat penuaan.

Lantas bagaimana memperkuat pasukan yang melindungi tubuh kita ini, selain diet (pola makan sehat) yang seimbang dalam rutinitas sehari-hari.

Apa masih ada cara lain yang lebih efektif, dan lebih tepat sasaran, untuk membantu memperkuat kesehatan kita yang semakin rentan menurun setelah di atas usia empat puluh tahun ?

Setelah di atas usia 40 tahun, fungsi tubuh tidak lagi sebaik atau sekuat usia 20 an, karena itu, perencanaan dalam menjaga kesehatan fisik juga harus disesuaikan seiring dengan meningkatnya usia.

Berikut adalah beberapa nutrisi penting yang dapat membantu kita secara lebih baik melawan penyakit kanker, jantung, diabetes dan penyakit kronis lainnya yang rentan terjadi di usia 40 an.

Vitamin B12

Vitamin B12 sangat berperan penting terhadap fungsi otak dan darah.

Setelah memasuki usia 40 tahun, maka perlu lebih memperhatikan asupan B12.

Karena seiring bertambahnya usia, serapan tubuh atas vitamin B12 akan semakin sulit.

Terutama mereka yang telah memasuki usia 50 an, sekresi asam lambung menurun, yang akan berimbas pada melambatnya penguraian protein, sementara vitamin B12 dalam makanan tidak dapat dilepaskan untuk penyerapan, sehingga tingkat kekurangan vitamin tersebut pada lansia juga meningkat.

Sumber vitamin B12 terutama berasal dari makanan hewani, misalnya daging ayam, ikan, telur dan produk susu.

Bagi Anda yang telah berusia lebih dari 40 tahun, dianjurkan sebaiknya penuhi asupan vitamin B12 atau multivitamin, dan pertahankan minimal 2.4mg asupan harian.

Vitamin B12 termasuk vitamin yang larut dalam air, jika asupan berlebihan juga tidak perlu terlalu khawatir, karena ia akan keluar melalui urine.

Kalsium

Tulang dalam tubuh akan menyerap sejumlah besar kalsium yang diperlukan sebelum usia tiga puluh, ini diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang di kemudian hari.

Selain itu, kalsium juga dapat meningkatkan fungsi jantung, menjaga saraf dan kontraksi otot, adalah nutrisi penting yang mutlak bagi tubuh.

Jika asupan kalsium tidak memadai dalam makanan sehari-hari, maka tubuh kita terpaksa mengambilnya dari tulang kita untuk digunakan, sehingga lama kelamaan tulang pun menjadi rapuh.

Namun, studi terbaru menyebutkan bahwa meskipun mereka (laki/perempuan) yang berusia lebih dari 50 tahun itu menambah asupan kalisum juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pencegahan patah tulang.

Sementara studi lain menyebutkan bahwa mengonsumsi suplemen kalsium dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan risiko kematian penyakit jantung pasca-menopause.

Jadi, meskipun suplemen kalsium itu mutlak diperlukan setelah usia 40 tahun, namun, tidak boleh berlebihan.

Selama bergizi seimbang, banyak mengonsumsi makanan yang kaya kalsium, misalnya produk susu, tahu, ikan sarden, brokoli, almond, bayam juga itu sudah cukup.

Sementara itu, bagi wanita 40 – 50 tahun, perlu 1000 mg asupan kalsium harian ; dan 1200 mg asupan kalsium harian bagi wanita di atas usia 50 tahun.

Vitamin D

Setelah memasuki usia empat puluh tahun, sejumlah besar fungsi tubuh mulai menurun, sehingga vitamin D mutlak diperlukan di saat seperti ini, karena ia (vitamin D) dapat membantu kita melawan perubahan yang terjadi karena penuaan (usia).

Kurangnya vitamin D, akan semakin rentan diserang banyak penyakit karena usia lanjut, misalnya diabetes, penyakit jantung, multiple sclerosis, kanker payudara, kanker kolorektal dan sebagainya.

Selain itu, vitamin D juga dapat membantu tubuh untuk menyerap kalsium.

Makanan umum yang mengandung vitamin D di antaranya ikan, sereal dan produk susu, tetapi biasanya vitamin D yang bersumber dari makanan sulit diserap oleh tubuh.

Sinar Matahari adalah sumber vitamin D terbaik, tetapi tidak semua orang cukup beruntung tinggal di daerah yang dipenuhi dengan pancaran sinar Matahari ; sementara itu, penggunaan tabir surya akan menghambat penyerapan vitamin D di daerah yang disinari Matahari.

Sehubungan dengan itu, dianjurkan sebaiknya penuhi vitamin D yang dikonversi dari cahaya Matahari.

US National Institutes of Health merekomendasikan asupan harian (vitamin D) minimal 600IU (IU= International Unit/satuan vitamin), 800IU bagi mereka yang berusia lebih dari 50 tahun, namun asupan vitamin harian tidak boleh lebih 4000IU.

Magnesium

Fungsi utama magnesium adalah membantu mengatur tekanan darah, ini sangat penting bagi wanita yang berusia lebih dari 40 tahun dan menghadapi risiko tekanan darah tinggi.

Selain itu, ia juga berfungsi mempertahankan kesehatan otot dan saraf, menjaga fungsi jantung, mengontrol gula darah dan membantu penyerapan kalsium.

Kurangnya magnesium mungkin berhubungan dengan penyakit jantung, diabetes dan beragam jenis peradangan.

Kalium

Kalium memiliki peran dalam menstabilkan tekanan darah, asupan harian yang direkomendasikan sekitar 4.7gr.

Sementara bagi wanita menopause, dengan menyerap kalium yang memadai dari makanan, dapat membantu mencegah stroke.

Selama diet atau pola makan sehat seimbang dalam kehidupan sehari-hari, dapat menyerap kalium harian yang dibutuhkan.

Makanan sehari-hari yang mengandung kalium diantaranya adalah pisang, ubi jalar, lobak dan kacang-kacangan.

Kelebihan kalium dapat merusak saluran pencernaan dan jantung, atau bahkan menyebabkan aritmia jantung, dan memicu kematian.

Kecuali ada dokter meresepkan, jika tidak sebaiknya jangan sembarangan mengonsumsi suplemen kalium.

Namun, meski ada petunjuk dokter juga harus berhati-hati dalam mengonsumsinya, perhatikan apakah ada reaksi efek samping.

Asam lemak omega- 3

Asam lemak ω- 3 pada hakekatnya tidak termasuk suatu jenis vitamin, namun, karena manfaatnya yang tak terhitung bagi tubuh manusia, terutama dalam melawan sejumlah besar efek negatif akibat penuaan, boleh dikata ia sangat berjasa, karena itu, ia adalah unsur yang mutlak diperlukan bagi mereka yang berusia lanjut.

Sebagai contoh, ia dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, menurunkan risiko serangan jantung.

Selain itu, ia juga dapat mempertahankan daya ingat dan pikiran, memperlambat degenerasi kognitif.

Untuk menyerap asam lemak omega 3 yang memadai, anda bisa menyerapnya dari sumber utama makanan ikan, kenari, (minyak) biji rami, sayuran berdaun hijau, dan mengonsumsi suplemen juga adalah cara yang baik.

Umumnya direkomendasikan 500mg, dan 800-1000mg bagi mereka yang berpenyakit jantung ; jika trigliserida terlalu tinggi, bisa ditingkatkan hingga 2000-4000mg.

Namun, perlu dicatat, jika ada yang menggunakan obat antikoagulan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dosis penggunaan asam lemak omega 3, untuk menghindari efek samping.

Probiotik

Probiotik bukan vitamin atau mineral, namun, bagi wanita di atas usia 40 tahun, ia (probiotik) memiliki kepentingan yang tidak boleh dianggap remeh.

Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa probiotik memiliki kontribusi penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, menjaga berat badan ideal, mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, stroke dan sebagainya.

Anda bisa mendapatkan probiotik dari produk susu atau produk kedelai yang difermentasi, namun, suplemen adalah cara yang paling praktis dalam mendapatkan beragam jenis probotik.

Jenis mikroba yang berbeda dapat membawa manfaat yang tidak sama : ada yang bermanfaat membantu mengontrol berat badan, juga ada yang dapat mencegah diare.

Perlu dicatat bahwa probiotik adalah sejenis bakteri hidup. Dalam makanan yang dimasak, dikukus atau dipanaskan dapat membunuh probiotik atau bakteri bermanfaat di dalamnya.

Asupan probiotik dari beragam jenis mikroba yang tidak sama baru bisa lebih banyak memetik manfaat baik dari probiotik itu sendiri bagi tubuh. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular