Keterangan gambar: Laporan yang ditulis oleh sejumlah ahli menyebutkan, bahwa teknologi manusia dalam 1 abad ke depan dapat membuat “kota gelembung di bawah air”dengan ketinggian 25 lantai yang ditanamkan di bawah air. (Internet)

Oleh: Mo Li

Karena terus meningkatnya populasi dunia, krisis pangan dan lingkungan hidup yang akan menghadapi tantangan yang berat. Sehubungan dengan itu, pertama yang harus dipecahkan adalah akan kemana kita nantinya ?

Sejumlah akademisi percaya, bahwa akan ada dua peristiwa yang mungkin saja akan terjadi dalam satu abad kemudian. Pertama, umat manusia akan hidup di bawah air. Kedua, manusia akan tinggal di kedalaman sekitar 25 lantai di bawah tanah, demikian laporan yang dirilis “Samsung’s SmartThings” baru-baru ini.

Laporan yang ditulis oleh sejumlah ahli mengatakan bahwa teknologi manusia dalam 100 tahun mendatang dapat membuat “kota gelembung bawah air” dengan ketinggian 25 lantai yang ditanamkan di bawah air. Sementara dari sisi udara, mungkin akan menggunakan air laut untuk menghasilkan udara sebagai suplai pernapasan penduduk, sekaligus juga menghasilkan hidrogen sebagai bahan bakar. Sejumlah bangunan di dalam kota akan dikerjakan menggunakan teknologi cetak 3D. Bahkan dari sisi makanan juga mungkin akan dicetak dengan teknologi 3D, ini adalah cara untuk mengatasi krisis pangan.

Selain itu, di dalam kota gelembung bawah air itu akan disediakan berbagai fasilitas teknologi mutahir untuk warga, misalnya warga bisa menggunakan sarana transporatsi drone jika ingin jalan-jalan atau migrasi ke daerah lain di bawah laut. Warga juga bisa menggunakan teknologi pencitraan holografik ketika ingin berbicara via ponsel atau bertemu, selain itu juga bisa menggunakan printer 3D untuk melakukan segala macam pekerjaan.

Selain itu, dalam laporan terkait juga disebutkan bahwa selain membahas daerah yang mungkin bisa dihuni warga, kawasan perjalanan manusia satu abad kemudian juga akan mencakup planet lain.

“Kehidupan kita saat ini hampir tak terprediksi seabad lalu, namun dengan hadirnya internet dan smartphone serta teknologi canggih lainnya telah mengubah dunia manusia. Besar kemungkinan kita akan menyaksikan munculnya struktur raksasa, kota di bawah air, dan sarana transportasi drone. Di abad yang akan datang kita akan menjadi saksi perubahan mengenai cara kita hidup dan berinteraksi dengan lingkungan,” kata Dr. Maggie Aderin-Pocock, ilmuwan sekaligus penulis The Smart Things Future Report.

Seiring dengan kemajuan teknologi, segalanya menjadi mungkin. Revolusi smartphone sudah mengantarkan revolusi rumah pintar, yang akan memiliki implikasi yang besar dan positif.

“Rumah kita menjadi lebih pintar dan sekarang dapat mendeteksi keberadaan hal-hal seperti orang, hewan peliharaan, asap, pencahayaan dan kelembaban, dan ini hanyalah awal dari segalanya,” kata James Monighan, direktur UK.SmartThings. (epochtimes/joni/rmat)

Share
Tag: Kategori: SAINS NEWS

Video Popular