Erabaru.net. Apitherapy atau terapi lebah kedokteran Tiongkok adalah sebuah terapi biologis alami untuk perawatan kesehatan yang menggunakan lebah dan preparat produk dari lebah.

Terapi sengat lebah yang ditujukan pada titik meridian adalah suatu terapi alami kuno yang efektif.

Terapi sengat lebah adalah sebuah terapi yang dikombinasikan dengan prinsip ilmu akupunktur dan efek farmakologis dari sengatan lebah madu, membiarkan lebah menyengat di titik akupunktur, setelah itu, sengatan (racun) lebah di titik sengatan itu kemudian dikeluarkan/diambil dengan pinset.

Racun lebah kemudian diekstrak dan dikombinasikan dengan obat Tiongkok, kemudian dibuat menjadi preparat obat, ini adalah obat khusus yang digunakan tim bola voli Tiongkok untuk mengobati luka.

Racun lebah (bee venom) adalah racun lebah atau bisa lebah yang dihasilkan oleh lebah madu dari jenis lebah pekerja baik dari jenis lebah Apis mellifera, jenis Apis cerana atau dari jenis Apis dorsata, yang disekresikan oleh kelenjar racun (poison gland) dalam bentuk cairan bening dengan bau yang tajam, rasa pahit, aroma spesifik, bereaksi asam, dengan pH 5,0 – 5,5, yang mengandung setidaknya lebih dari 12 unsur yang bisa diidentifikasi dengan analisis gas, disimpan dalam kantung racun, yang dikeluarkan dari sengatan saat menyengat.

Apitherapy atau terapi sengatan lebah sudah umum, lalu apa saja penyakit yang cocok atau dapat disembuhkan dengan terapi sengat lebah ?

Penyakit jaringan ikat

Dasar patologis dari peradangan jaringan ikat adalah miksedema dan degenerasi firbrinoid dari jaringan ikat longgar (loose connective tissues), yang paling umum adalah sengal pada persendian dan rheumatoid arthritis (RA) atau peradangan kronis pada sendi.

Terapi lebah bisa secara efektif mengatasi sengal persendian atau rematik, menyingkirkan obat-obatan hormonal yang membahayakan tubuh, dan mencegah terjadinya komplikasi lain.

Neuritis (radang saraf) dan neuralgia (nyeri saraf)

Racun lebah terbukti efektif dalam mengatasi neuritis dan neuralgia. Secara klinis, racun lebah telah digunakan untuk mengobati sciatica (nyeri saraf pinggul), neuralgia trigeminal (penyakit saraf dengan rasa nyeri hebat pada wajah), oksipital neuralgia (suatu kondisi medis yang terjadi ketika saraf oksipital mengalami kerusakan), peradangan saraf, akar tulang belakang dan sebagainya, terapi ini sangat efektif dalam mengatasi gejala (penyakit) seperti yang disebutkan ini.

Penyakit kardiovaskular

Racun lebah sangat efektif dalam mengatasi/mengobati (penyakit) tekanan darah tinggi, atherosclerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), trombosis vena, tromboangitis obliterans (penyakit langka di mana pembuluh darah dari tangan dan kaki terhambat) dan endarteritis. Tingkat efektivitasnya secara klinis mencapai 85%.

Penyakit asma

Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan.

Gejala asma pasien mulai berhenti sejak menjalani terapi sengatan racun lebah, selain itu sesak napasnya juga mulai berkurang, pasien merasakan khasiat dari racun lebah yang berefek ekspektoran (pembersihan mucus/dahak dari saluran bronkus), tingkat efektivitas jangka panjangnya mencapai 80%. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular